Head-to-Head Bisa Mempersulit Langkah Real Madrid

Analisis

by Sandy Firdaus 43540

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Head-to-Head Bisa Mempersulit Langkah Real Madrid

Real Madrid boleh saja bersenang hati setelah mampu menaklukkan Celta de Vigo 1-4 pada Kamis (18/5/2017) dinihari. Kemenangan itu memperbesar peluang mereka untuk menjuarai La Liga musim 2016/2017. Namun, peraturan head-to-head La Liga bisa saja mempersulit langkah Madrid.

La Liga Primera Division memiliki peraturan yang cukup unik jika ada dua kesebelasan yang memiliki nilai sama di klasemen. Jika rata-rata liga lain menerapkan peraturan selisih gol terlebih dahulu, La Liga menerapkan aturan head-to-head. Jadi jumlah kemasukan dan memasukkan dua kesebelasan dari dua tim akan dijumlahkan berdasarkan dua pertemuan yang mereka lakoni di liga tanpa menerapkan aturan away goal.

Contohnya begini, Sevilla dan Villarreal bertemu dua kali di ajang La Liga. Sevilla menang 2-1 pada pertemuan pertama di Ramon Sanchez Pizjuan, lalu Villarreal bermain imbang 1-1 dengan Sevilla pada pertemuan kedua di El Madrigal. Jika kelak Sevilla dan Villarreal memiliki poin yang sama di klasemen, maka Sevilla-lah yang akan mengungguli Villarreal karena Rojiblancos memiliki total skor head-to-head 3-2 atas Villarreal, hasil penjumlahan skor dari dua pertemuan mereka di liga.

Jika dengan head-to-head masih belum bisa ditentukan siapa yang lebih unggul, baru penghitungan beralih kepada selisih gol. Jika masih sama, baru beralih kepada banyaknya gol yang dicetak. Namun tetap, aturan head-to-head ini merupakan aturan yang di satu sisi bisa menguntungkan, tapi di sisi lain bisa mempersulit langkah sebuah kesebelasan. Aturan inilah yang mungkin akan menyulitkan Madrid pada musim 2016/2017 ini.

Los Blancos yang sukses memetik kemenangan atas semi-finalis Liga Europa, Celta Vigo, dengan skor 1-4, menghiasi kemenangannya tersebut dengan dua gol Cristiano Ronaldo yang membuatnya memecahkan rekor Jimmy Greaves sebagai pencetak gol terbanyak di lima liga top Eropa dengan 367 golnya.

Kemenangan ini pun berhasil mengangkat posisi Madrid di klasemen sementara La Liga. Untuk sementara, Los Blancos unggul tiga poin atas Barcelona di peringkat kedua. Namun, bukan berarti kemenangan ini membuat Madrid sudah pasti akan mengantongi gelar La Liga. Pertandingan terakhir musim 2016/2017 akan menjadi penentu siapa yang akan meraih gelar juara, ketika Madrid dijamu Málaga dan Barça menjamu Eibar.

Kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi

Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi antara Madrid dan Barcelona pada akhir musim nanti. Apalagi sekarang tidak ada gangguan dari Atletico Madrid yang berada di peringkat tiga dan selisih poinnya jauh dengan Madrid dan Barça. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi antara Madrid dan Barça:

  1. Kedua kesebelasan meraih hasil seri di laga terakhir. Jika ini terjadi, maka Madrid-lah yang akan menjadi juara karena selisih poin akan tetap terjaga
  2. Madrid seri dan Barça menang. Jika ini terjadi, maka Madrid yang akan tetap menjadi juara karena selisih poin antara Madrid dan Barça hanya akan berkurang menjadi satu saja.
  3. Barça seri dan Madrid menang. Sudah jelas, Madrid yang juara.
  4. Madrid menang dan Barça kalah. Sudah jelas juga. Madrid yang akan juara.
  5. Barça menang dan Madrid kalah. Barça yang akan menjadi juara.

Untuk kemungkinan terakhir, ini penjelasannya.

Head-to-head yang merugikan Real Madrid

Seperti yang sudah diuraikan di bagian awal tulisan, aturan head-to-head yang menjadi keunikan La Liga Spanyol musim ini akan menjadi hal yang menyulitkan bagi Real Madrid. Pada dua pertemuan dengan Barcelona, Madrid mencatatkan hasil yang minor. Bermain di Nou Camp pada pertemuan pertama, Madrid hanya menahan imbang Barça dengan skor 2-2 [ralat: 1-1]. Pada pertemuan kedua di Santiago Bernabeu, Madrid malah takluk dengan skor 2-3, kemenangan yang membuat asa Barça menjuarai La Liga hidup kembali.

Jika ditotal sesuai dengan aturan head-to-head La Liga Spanyol, maka Madrid kalah dari Barça. Dari dua pertemuan, total tercipta skor 5-4 [ralat: 4-3], keunggulan untuk Blaugrana. Maka, jika Madrid kalah dari Málaga dan Barça menang dari Eibar pada pertemuan terakhir, berapapun skornya, Barça akan otomatis menjadi juara. Bukan hanya dari segi head-to-head, Barça pun memiliki total selisih gol serta total memasukkan gol lebih banyak dari Real Madrid.

Walau unggul tiga poin, situasi sulit pun melanda Real Madrid. Di sisi lain, lawan mereka Málaga pun bukanlah lawan yang enteng. Meski pada pertandingan terakhirnya hanya bermain imbang 2-2 dengan Real Sociedad, bermain di kandang sendiri bukan tidak mungkin mereka sudah menyajikan kejutan. Contohnya, pesta perpisahan yang manis untuk Martin Demichelis yang akan pensiun, mungkin?

***

Dengan segala kesulitan yang sekarang sedang dialami Madrid, Cristiano Ronaldo pun mengutarakan bahwa masih ada satu pertandingan yang harus dimenangkan oleh Madrid. Fokus pada satu pertandingan akhir melawan Málaga akan menjadi kunci, karena jika mereka tergelincir dengan menderita kekalahan saja, maka gelar akan langsung melayang ke Nou Camp.

"Kami masih memiliki sisa satu pertandingan lagi. Kami tahu kami harus tetap fokus sampai akhir liga nanti. Málaga mungkin akan menyulitkan kami di kandang mereka, tapi kami akan datang ke sana dan memenangkan pertandingan. Kami adalah Real Madrid, dan kami akan menunjukkan mental juara kami di sana" ujar Ronaldo seperti dilansir ESPN FC.

Sebuah sikap yang baik dari Ronaldo, karena walau sekarang mereka unggul, tidak ada jaminan bagi mereka gelar akan mendarat lebih cepat ke Santiago Bernabeu musim 2016/2017 ini. Apalagi aturan head-to-head ini cukup menyulitkan mereka.

Komentar