Apa yang Membuat Pertandingan Disebut Derby?

Klasik

by Dex Glenniza 27023 Pilihan

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Apa yang Membuat Pertandingan Disebut Derby?

Terminologi sepakbola terus berkembang setiap saat. Sepakbola yang didaulat berasal dari Inggris mau tidak mau dan suka tidak suka menciptakan banyaknya istilah berbahasa Inggris maupun serapannya yang menjadi keseharian sepakbola di seluruh dunia. Kali ini kami akan membahas mengenai istilah “derby”, yang saat ini dalam Bahasa Indonesia pun diserap secara menyeluruh menjadi tetap, “derby”.

Derby (Inggris: /ˈdɑːrbi/; dar-bee atau Amerika Serikat: /ˈdɜːrbi/; der-bee) memiliki arti sebuah kontes atau pertandingan antara dua rival dari satu daerah yang sama. Jika dua kesebelasan atau tim (di luar sepakbola) memiliki sejarah rivalitas, dan apalagi berada di satu daerah yang sama, hampir pasti itu disebut derby.

Di olahraga secara umum, rivalitas ini terjadi secara intens antara tim, sampai atlet-atlet, pelatih, dan manajemen di dalamnya, tapi akan terasa lebih kuat lagi bagi para suporter mereka. Intensitas rivalitas ini bervariasi mulai dari sekadar pertandingan persahabatan sampai kekerasan yang terjadi di luar stadion, bahkan sampai konflik peperangan yang melibatkan militer.

Pertandingan derby hampir pasti menjadi pertandingan menarik, bahkan di liga yang tidak menarik sekalipun, misalnya derby bertajuk “Clásico Nacional” di Nikaragua antara Real Estelí melawan Diriangén (well, siapa, tuh?); atau derby Tehran di Iran. Hal ini membuat sebuah derby adalah pertandingan yang menjamin jumlah penonton, rating televisi, pemasukan kesebelasan, dan “bumbu-bumbu” lainnya yang mewarnai.

Asal kata derby

Tidak ada sumber jelas yang benar-benar secara lengkap menjelaskan asal-muasal istilah derby. Namun, dari beberapa sumber yang kami baca, istilah ini bisa dispekulasikan berawal dari sebuah kota kecil di Ashbourne, Derbyshire, Inggris.

Sejak awal abad ke-12, dua tim yang berseberangan dari dua belah kota memainkan permainan sejenis sepakbola bercampur rugbi yang disebut dengan “Royal Shrovetide Football Match”. Pertandingan ini mempertemukan ‘uppers’ dan ‘downers’, orang-orang yang berasal sisi yang berseberangan dari sebuah sungai (Sungai Derwent) yang mengalir membelah kota tersebut.

Tujuan pertandingan ini adalah untuk meletakkan sebuah bola kulit yang telah dicat ke gawang lawan dengan berbagai cara; cara yang baik maupun cara yang buruk. Kedua gawang berjarak 3 mil (4,8 kilometer – luar biasa jauhnya!), yang satu berada di Nuns Mill di utara kota, dan satu gawang lagi berada di Gallows Balk di selatan kota.

Jadi bisa dibayangkan betapa melelahkannya pertandingan ini, kemudian jumlah pemain yang dilaporkan bisa mencapai 1000 orang (wow!), dan apalagi ditambah dengan diperbolehkannya para pemain untuk “menghalalkan segala cara”. Pertandingan ini terus dilaksanakan sebagai bagian dari festival.

Menyambungkan pertandingan bersejarah tersebut dengan penggunaan istilah derby memang akan sangat tidak nyambung. Ada percampuran dari mitos, dongeng, cerita, dan klaim dari berbagai pihak. Lagipula jika asal-muasal derby benar-benar dari Royal Shrovetide Football Match di Ashbourne, Derbyshire, Inggris, kenapa istilah yang terkenal bukan “ashbourne”, “shrovetide”, atau yang lainnya?

Ini yang membuat adanya sumber lain mengenai asal istilah derby. Derby adalah nama lomba balap kuda bergengsi di Inggris. Lomba ini dicetuskan oleh Edward Smith-Stanley (12th Earl of Derby) pada 1780.

Sejak awal 1840-an, istilah “derby” sudah digunakan secara umum di Bahasa Inggris untuk merujuk kepada berbagai jenis perlombaan, permainan, atau pertandingan olahraga. Istilah ini kemudian dikhususkan lagi menjadi “local derby” yang berarti pertandingan olahraga di antara rival lokal.

Pertama kalinya frase “derby” ini digunakan di pertandingan sepakbola adalah pada edisi cetak Daily Express Oktober 1914: “A local Derby between Liverpool and Everton”. Jadi sebenarnya, istilah derby pertama kali diresmikan secara meluas karena Liverpool dan Everton.

Apa semua rivalitas bisa disebut derby?

Kembali ke judul tulisan ini, jadi, apa yang membuat sebuah pertandingan disebut sebagai derby? Jika hanya mengacu kepada rivalitas secara luas, berarti pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia adalah sebuah derby, berarti pertandingan antara Juventus melawan Internazionale Milan adalah sebuah derby, atau hanya boleh satu kota, daerah, atau provinsi saja?

Istilah derby sudah sangat meluas sekarang ini. Real Madrid dan FC Barcelona yang tidak berada pada satu daerah apalagi satu kota, yang sebenarnya terpisah 500 km, sekarang sudah disebut sebagai derby dengan tajuk El Clásico.

Juventus di Kota Turin dan Inter di Kota Milan yang terpisah 123 km juga sudah disebut sebagai Derby d`Italia. Persija di Jakarta dan Persib di Bandung sudah terkenal dengan nama Derby Indonesia.

Kemudian sebuah kesebelasan yang bernama Derby, yaitu Derby County (Divisi Championship Inggris 2016/17), memiliki tiga derby, yaitu dua di East Midlands derby: Derby County vs Nottingham Forest dan Derby County vs Leicester City; dan satu di Derbyshire derby: Chesterfield vs Derby County. Tidak semua pertandingan Derby County disebut derby (iya lah!).

Lain halnya jika kita melihat pertandingan antara Liverpool dengan Manchester United yang masuk ke dalam North-West derby karena kedua kesebelasan masih berada pada satu daerah, yaitu Inggris Utara (di mana ada total 20 derby di daerah tersebut).

Melihat istilah yang sudah meluas ini, tetap saja tidak semua pertandingan bisa masuk kategori derby. Sebuah derby adalah – kembali ke pengertian di awal tulisan ini, pertandingan antara dua rival dari satu daerah yang sama, di mana pengertian “daerah” ini bisa menjadi lebih luas lagi, bahkan sampai seluas batas negara.

Meluasnya istilah derby ini sebenarnya sejalan juga dengan sepakbola yang menyebar luas, yang sekarang sudah menjadi permainan paling populer di Planet Bumi.

Komentar