Seperti Apa Peran Paulle, Pluim, dan Klok dalam Skuat PSM? | Pandit Football Indonesia

Seperti Apa Peran Paulle, Pluim, dan Klok dalam Skuat PSM?

Taktik

by Sandy Firdaus 42060

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Seperti Apa Peran Paulle, Pluim, dan Klok dalam Skuat PSM?

PSM Makassar menjelma menjadi tim yang tampil ciamik pada gelaran Liga 1 2017. Sampai pekan ke-8, PSM masih bertengger di puncak klasemen Liga 1 dengan poin 17. Catatan lima kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah PSM dari delapan pertandingan menegaskan dominasi PSM sampai pekan ke-7 Liga 1 2017 ini.

Selain peran dari pelatih Robert Rene Alberts yang mampu memaksimalkan potensi para pemain dan menemukan taktik yang cocok untuk para pemain PSM, ada beberapa pemain yang tampil cukup mencolok untuk PSM dalam Liga 1 2017 ini. Tiga di antaranya adalah Steven Paulle, Willem Jan Pluim, dan Marc Anthony Klok.

Berkat ketiga pemain ini, juga penampilan apik dari pemain-pemain lokal lain di tim PSM, permainan PSM pun menjadi begitu menakutkan bagi tim-tim lawan.

***

Permainan yang diterapkan oleh PSM sampai pekan ke-8 ini sedikit banyaknya dipengaruhi oleh ketiga legiun asingnya yang beberapa di antaranya berstatus marquee player, yaitu Willem Jan Pluim, Steven Paulle, serta Marc Anthony Klok. Ketiganya mengisi posisi-posisi penting, yang membuat mereka mampu berkontribusi untuk permainan Juku Eja.

Di posisi bek tengah, ada sosok Steven Paulle yang berdampingan dengan Hamka Hamzah. Marc Klok masuk di posisi gelandang bertahan, menghidupkan persaingan antara dirinya dengan Asnawi Mangkualam, Rizky Pellu, Syamsul Chaerudin, serta Rasyid Bakri. Sedangkan di posisi gelandang serang, ada Wiljan Pluim.

Pertama mari kita bahas Steven Paulle. Pemain yang pernah mengantarkan Dijon menjadi runner-up dalam ajang Ligue 2 ini menjadi salah satu tembok yang cukup kuat di lini pertahanan. Tapi, ia juga memiliki peran lain, yakni melapis pertahanan ketika Hamka Hamzah maju membantu penyerangan.

Hamka adalah tipikal ball-playing defender yang memiliki distribusi bola yang baik, tapi juga ia kerap maju dan terlambat membantu pertahanan. Di sinilah peran Paulle tampak. Ia menjalankan peran seperti yang GoranGanchev jalani ketika bertandem dengan Hamka di Arema. Berbeda dengan Hamka yang rajin maju, Paulle tidak terlalu sering maju ke depan.

Ia lebih fokus dalam melakukan aksi-aksi bertahan di lini pertahanan sendiri, dengan tujuan untuk mengamankan pertahanan serta membantu Hamka dalam menggalang pertahanan. Tercatat sudah 22 kali intersep, 10 kali tekel, dan tujuh kali sapuan yang ia torehkan dari tujuh pertandingan bersama PSM. Ia juga cukup kuat dalam duel udara dengan memenangkan lima kali duel udara.

Beralih ke posisi bertahan, ada nama Marc Klok yang didatangkan oleh manajemen PSM jelang bergulirnya Liga 1 2017. Masuknya Klok, selain menambah persaingan di posisi gelandang bertahan, ternyata juga menambah opsi penyerangan yang bisa dilakukan oleh PSM.

Jika hampir kebanyakan gelandang bertahan PSM adalah tipikal petarung, macam Syamsul, Rasyid, ataupun Pellu, lain hal dengan Klok. Ia bisa memerankan peran sebagai box-to-box, tapi juga bisa menjadi seorang deep-lying playmaker karena memiliki kemampuan umpan yang cukup baik. Untuk bertahan, Klok juga cukup pandai melakukan aksi bertahan macam intersep maupun tekel.

Kehadirannya membuat mesin lini tengah PSM tetap terjaga. Ia juga membuat distribusi bola, terutama ketika transisi dari bertahan dan menyerang menjadi lancar dan tidak tersendat. Untuk aksi bertahan, ia sudah mencatatkan 20 kali intersep, 24 kali tekel. Ia juga menjadi pengalir bola yang baik dengan catatan empat kali umpan kunci dan lima kali umpan terobosan yang sudah ia torehkan

Sedangkan nama terakhir, Wiljan Pluim memainkan peran free role. Walau ditempatkan sebagai gelandang serang, Pluim tidak terpatok diam di belakang Reinaldo saja. Ia kerap bergerak ke sayap untuk berkombinasi dengan winger, juga kerap muncul dari second line untuk menyelesaikan bola muntah (golnya ke gawang Persela).

Peran free role yang diemban oleh Pluim ini juga membuat serangan PSM menjadi tidak bisa ditebak oleh lawan. Pluim yang tiba-tiba ada di kotak penalti, di sayap, serta di belakang Reinaldo membuat para pemain bertahan kebingungan, dari arah mana serangan PSM akan datang. Meski diserahi peran free role, tanggung jawab Pluim tetaplah untuk membantu penyerangan PSM.

Hal ini terlihat dari catatan aksi menyerangnya yang cukup agresif untuk PSM. Sampai pekan ke-7, Pluim total sudah mencatatkan lima kali umpan kunci, delapan kali umpan terobosan, 14 kali usaha dribel, dan 15 kali mencatatkan shots ke arah gawang, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang.

Jika bisa dikatakan, hadirnya tiga pemain ini membuat serangan dan pertahanan PSM menjadi lebih seimbang. Serangan akan lebih fleksibel dengan kemampuan Pluim dan Klok (dua pemain ini juga bisa menyesuaikan diri dengan formasi dasar 4-3-3), pertahanan tidak akan terlalu bolong dengan hadirnya Steven Paulle.

***

Tempat asal sang pelatih, Robert Rene Alberts, tampaknya juga memengaruhi permainan PSM pada Liga 1 2017 ini. Sama seperti ketika menangani Arema pada 2010 silam, ia ingin menciptakan tim yang kuat secara fisik, ngotot, dan bisa bermain dengan cair, menjadi purwarupa dari permainan Total Football a la Belanda.

Dengan bekal kengototan dan fisik sudah dimiliki skuat PSM, maka yang Rene Alberts perlu lakukan adalah menjadikan tim bermain lebih fluid dan mengalir. Oleh karena itu, ia menggunakan jasa dari Paulle, Klok, dan Pluim. Plus juga jika ingin dihitung, yaitu jasa Reinaldo.

Sampai pekan ke-7 ini, hal tersebut sudah cukup berhasil dilakukan oleh Rene dengan mengandalkan tiga pemain asingnya, yang salah duanya berasal dari Belanda dan paham permainan Rene. Jika memang fisik dan stamina para pemainnya, termasuk tiga pemain di atas kuat sampai akhir musim untuk menerapkan permainan seperti ini, bukan tidak mungkin PSM akan menjadi juara Liga 1 2017.

Komentar