Kekonyolan Felipe Melo dalam Kekalahan Inter Milan

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Kekonyolan Felipe Melo dalam Kekalahan Inter Milan

Roberto Mancini tidak sedang bergembira sebelum merayakan Natal. Dirinya tidak sanggup membawa Internazionale Milan mengalahkan Lazio di Stadion Guiseppe Meazza pada pertandingan pekan ke-17 Serie-A 2015/2016. Inter kalah dari Lazio dengan skor 1-2 pada laga yang digelar Senin (21/12) dini hari kemarin.

Mancini merasakan kehancuran akibat permainan buruk skuat besutannya. Dirinya pun mengungkapkan kekecewaan kepada awak media. "Saya marah karena kehilangan (poin) karena bermain buruk. Tapi dalam pertandingan ini semua yang kita lakukan adalah kehilangan poin yang bodoh," ujar Mancini. "Terlalu banyak bola panjang dalam serangan kami. Kami tidak pernah mengeksploitasi ruang yang tidak bisa membuat mereka (Lazio) di dalam tekanan," sambungnya seperti dikutip dari Mediaset Premium.

Baca juga : Rencana Roberto Mancini, Mengubah Skema Permainan Inter Milan.

Duo lini tengah antara Felipe Melo dan Gary Medel tidak bermain dengan baik pada laga kali ini. Melo dan Medel tidak bisa menjadi penghubung antara lini. Keduanya sering kehilangan bola dan melakukan beberapa kesalahan individual.

Dilansir Gazzetta World, Melo melakukan 10 kali kesalahan mengoper bola. Sementara Medel melakukan kesalahan itu sebanyak 13 kali. Dampaknya, terjadi kekacauan dalam aliran bola Inter. Lazio pun berhasil melakukan potongan (intercept) sebanyak 29 kali. Bahkan Melo sempat salah mengoper bola yang bisa disambar Felipe Anderson yang kemudian menjadi peluang untuk Lazio.

Kesalahan-kesalahan Melo dan Medel juga tidak lepas dari permainan bertahan Le Aquile (Elang), julukan Lazio. Lucas Biglia dkk., juga melancarkan pressing ketat. Ini yang memancing Melo dan Medel untuk meninggalkan jarak cukup jauh dengan lini belakang.

Tampaknya Mancini harus lebih jeli kepada lini tengahnya yang tidak kreatif dan membosankan. Kekalahan itu memberikan sedikit kekhawatiran kepada taktik Mancini. Selama ini ia terlalu nyaman dengan strategi bertahan dan serangan balik. Mancini juga seperti tidak bisa memprediksikan situasi ketika kesebelasannya kebobolan di menit-menit awal.

Kekecewaan Kepada Melo

Melo menjadi yang paling disoroti dalam kekalahan Inter. Selain bermain tidak terlalu bagus, Melo juga melakukan dua kesalahan fatal yang merugikan kesebelasannya. Pertama, ia melakukan pelanggaran konyol kepada Sergej Milinkovi?-Savi? di dalam kotak penalti, yang berakibat tendangan penalti untuk Lazio pada menit ke-87.

Eksekusi Antonio Candreva memang berhasil ditepis Samir Handanovic, namun bola muntah kembali disambar Candreva. Sehingga skor 1-1 berubah menjadi 2-1 untuk Lazio. Kemudian, satu hal konyol lainnya adalah pelanggaran kepada Biglia. Melo melakukan duel udara memakai kakinya. Akan tetapi kakinya justru mengarah kepada leher Biglia. Alhasil, Melo diganjar kartu merah langsung.

2F8A526300000578-3368260-image-a-17_1450661412820
Tendangan Kungfu Felipe Melo kepada Lucas Biglia

Awalnya, Mancini membela perbuatan pemain asal Brasil itu. Dirinya menganggap jika kesalahan Melo karena gugup setelah memberikan penalti. Mancini pun akan melakukan pembicaraan pribadi dengan Melo. Namun Mancini justru berubah pikiran tentang aksi Melo itu.

"Dia melakukan sesuatu yang bodoh. Sebenarnya, ia melakukan dua kesalahan bodoh. Saya pikir dia melakukan pelanggaran kepada Lucas Biglia karena merasa gugup setelah memberikan penalti itu," imbuh Mancini seperti dikutip dari Gazzetta World.

Atas kesalahan Melo, memunculkan pertanyaan mengapa Mancini sangat tertarik membawanya ke Inter pada bursa transfer lalu? Mancini menganggap mantan pemain Galatasaray itu memiliki kharisma di lapangan tengah. Ia tidak pernah berkompromi saat melakukan duel dengan lawan, serta tak pernah melakukan kesalahan dalam momen-momen penting.

Tapi Melo sewaktu di Galatasaray seolah berubah dengan situasi saat ini. Sekarang ia seolah menjadi pemain pemecah belah kondisi permainan. Tepatnya sebagai pemain yang kurang disiplin dan membawa keburukan. Hal itu dikhawatirkan bisa ditiru para pemain Inter lainnya.

Bahkan awal musim ini ia memulainya dengan kontroversi. Pemain bernomor punggung "83" itu mencederai Paul-Jose M'Poku (Chievo Verona) dan Giampaolo Pazzini (Hellas Verona). Tapi kritik-kritik tersebut hanya dibalasnya dengan sepele. "Jika anda tidak ingin kontak fisik, maka pergilah bermain tenis," cetusnya seperti dikutip dari Football-Italia.

Melo tidak mampu menjaga penguasaan bola Inter ketika dikalahkan Lazio. Dirinya juga melakukan dua kali kesalahan fatal yang merugikan Inter. Melo sudah mendapatkan delapan kartu merah selama berkarier di Serie-A. Angka-angka tersebut akan menjadi bom waktu untuk Mancini yang bersikeras memboyognnya. Melo pun akan dikenang sebagai penjahat rumput hijau, karena perilakunya yang kerap mencederai lawan.

Sumber lain : Daily Mail.

Komentar