Kagumi Escobar, Marcos Rojo Terancam Sanksi FA

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Kagumi Escobar, Marcos Rojo Terancam Sanksi FA

Kini para seniman lapangan hijau mesti lebih berhati-hati mengunggah gambar di Instagram. Pasalnya seiring waktu berjalan, postingan para pesepakbola semakin menjadi pusat perhatian.

Terbaru ini, bek Manchester United, Marcos Rojo, mendapat getahnya karena mengunggah foto Pablo Escobar, seorang gembong narkoba asal Kolombia yang terkenal pada Tahun 1980 sampai 90an. Pria keturunan Spanyol itu merupakan orang ambisius di Medellin, Kota terbesar kedua di Kolombia.

Sedikit cerita mengenai Pablo Escobar, kendati pernah mengenyam pendidikan tinggi, ia memulai aksi kejahatan di jalanan. Bermula dari pencurian batu nisan kuno yang dijual dengan harga selangit. Barang curiannya itu kemudian dilego ke orang-orang Panama.

Masih banyak kejahatan lain di jalanan yang dilakukannya. Seperti pencurian mobil, menipu orang, pembunuh bayaran, hingga memalsukan tiket pertandingan sepakbola, di mana animo olahraga itu sangat besar di negaranya pada dekade tersebut.

Akan tetapi ia mendapatkan kenyamanan ketika menjadi bandar narkoba. Escobar yang mendapatkan kokain dari Bolivia dan Peru, pada awalnya diedarkan di Medellin. Kemudian jangkauannya meluas ke seluruh Benua Amerika, termasuk Amerika Serikat dan Meksiko sebagai eksodus terbesar. Penghasilan dari penjualan barang haram membesar, hingga mencapai miliaran US Dollar perbulannya.

Dari hasil transaksi tersebut, tidak hanya dipakai untuk menghiasi rumah mewahnya saja. Kebun binatang, pesawat beserta landasannya, pelatihan prajurit pribadi Escobar menghiasi istananya di Medellin. Selain itu, pendapatannya menjadi faktor erat yang menghubungkan kartel narkoba dengan sepakbola di Kolombia.

Pasalnya beberapa klub sepakbola didanai oleh bandar-bandar Narkoba. Termasuk Atletico Nacional yang didanai Escobar. Rupanya strategi demikian,  membuat pihak pemerintah  kesulitan membongkar para gembong narkotika.

Dicurigai dengan adanya cuci uang oleh para kertel, melalui klub sepakbola. Uang begitu cepat berpindah tangan melalui transfer, dialokasikan salah satunya untuk upah para pemain. Sehingga publik tetap dipercaya, jika itu uang yang bersih.

Untuk melakukan tindakan lebih lanjut, terbilang cukup berat. Pasalnya sepakbola Kolombia tengah naik daun di era 80’an itu. Salah satu buktinya ketika Atletico Nacional, menjadi klub Kolombia pertama yang menjuarai Piala Libertadores.

Escobar juga pernah menembus kursi pemerintahan pada Tahun 1982. Membuat kekuatan di negaranya semakin besar. Tentunya hal itu mendapat banyak reaksi keras dari politisi dan pihak-pihak lainnya.

Kehidupan raja narkoba itu berakhir ketika 2 Desember 1993, sehari setelah ulang tahunnya yang ke-44. Di salah satu rumahnya, ia digerebek oleh pasukan gabungan yang dipimpin Brigadir Hugo Martinez. Pasukan yang tergabung dari kepolisian Kolombia dengan agen-agen DEA Amerika.

Escobar yang kabur melalui atap, menerima timah panas di kaki, belakang telinga dan kepala. Akan tetapi keluarganya mengatakan jika Escobar tewas karena menembak kepalanya sendiri.

Penangkapannya itu diapresiasi oleh pemerintah Kolombia, bahkan dunia. Pasalnya anak dari seorang petani dan guru itu, dianggap ancaman besar negara. Walau begitu, Escobar tetap dianggap pahlawan oleh sebagian masyarakat Madellin.

Pasalnya ia banyak membantu masyarakat.  Dengan membangun fasilitas untuk warga miskin seperti perumahan gratis, rumah sakit dan lapangan sepakbola. Mungkin karena alasan itulah Rojo mengunggah foto Escobar di akun instagaramnya. Lengkap dengan kutipan tentang masyarakat miskin yang diayomi olehnya.

"Hanya orang-orang yang kelaparan bersama saya dan berdiri di samping saya, ketika saya melalui masa buruk dalam hidup yang akan makan di meja saya," kalimat yang ada di foto akun @marcosrojo tersebut.

xrojo-post-1420661426.jpg.pagespeed.ic.s7LBkuHcK-X5FJIF4vEK

Walau begitu tetap saja postingannya itu mengundang reaksi negatif dari beberapa akun lain. Salah satunya maikomolano, "Seberapa buruk @marcosrojo yang kau kagumi dari kata-kata seseorang yang melakukan begitu banyak kerusakan di negara kita," tulisnya.

Hingga akhirnya postingan itu merebak dan sampai ke telinga FA. Sejauh ini federasi sepakbola Inggris baru memberikan peringatan keras kepada Rojo. Selanjutnya FA sedang menimbang sanksi yang akan diberikan kepada pemain berkebangsaan Argentina tersebut.

Kejadian seperti ini bukanlah pertama dialami oleh pesepakbola Liga Inggris. Sebelumnya, Mario Balotelli menerima sanksi larangan satu pertandingan dan denda 25 ribu pound sterling. Akibat postingan tokoh mario bros ditambah kalimat tentang sara di akun Instagramnya Selain Rojo, kini FA tengah mengusut status Robert Huth di Twitter. Kicauan bek Stoke City itu, dianggap menyinggung kaum transgender.

Dari berbagai sumber

Baca juga artikel lain tentang Escobar dan Narkoba di sini.

Komentar