FPL: Awas, Akan Ada Blank Gameweek

Fantasy Premier League

by Ivan Hadyan 5831

Ivan Hadyan

Menyukai otak-atik susunan formasi sepakbola dan mengkhayalkan pergerakan keseluruhan pemain di dalamnya. Penggiat Fantasy Premier League dan statistik. Desainer grafis.

FPL: Awas, Akan Ada Blank Gameweek

Kalau ada yang beranggapan FPL adalah permainan untuk sekadar menyusun formasi dan memilih pemain untuk mendapat poin, mungkin tidak salah. Tapi, bukan hanya itu. Kenyataannya, lebih dari itu. Semua aspek perlu dipantau. Semua aspek perlu diperhatikan.

Inti dari permainan FPL sangat dicerminkan dari situasi di dunia nyata. Dalam sebuah pertandingan, selain mengenai gol atau asis, adalah perlu untuk memantau statistik pemain secara keseluruhan. Misal, Dimitri Payet memang belakangan ini tidak mencetak gol, tapi statistik tembakannya yang bagus sangat mendukung potensi datangnya poin darinya sewaktu-waktu. Padahal dia tidak membuat poin, perlukah kita mempertimbangkannya? Bisa jadi.

Di luar pertandingan, lebih rumit lagi, misal, walau sedang di tengah pekan, tiba-tiba ada kabar Marcos Alonso menderita cedera otot, atau kartu merah yang didapat Daniel Ayala di Piala FA langsung memengaruhi keikutsertaan pemain tersebut di dalam tim FPL kita.

Selain itu, masih ada lagi yang lebih berpengaruh, dan yang memang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu potensi pergeseran jadwal Liga Inggris di dunia nyata. Adanya potensi tersebut bisa membuat manajer FPL perlu berpikir keras untuk mengakalinya.

Tentu akan ada yang bertanya, jadwal di situs FPL kan sudah ada dan lengkap, Kenapa harus bergeser lagi? Begini alasan-alasan pergeseran jadwal yang paling jamak terjadi.

Piala Liga

Piala Liga Inggris (EFL Cup) sudah memasuki babak semi-final. Rabu (11/01) dini hari tadi, kita sudah menyaksikan pertandingan leg 1 Piala Liga antara Manchester United dan Hull City, yang dimenangkan oleh Man United dengan skor 2-0. Satu pertandingan leg 1 lain akan dilakoni oleh Southampton melawan Liverpool pada Kamis (12/01) dini hari.

Final Piala Liga akan dilangsungkan pada tanggal 26 Februari 2017. Mengetahui kesebelasan mana yang lolos ke babak final akan sangat berpengaruh bagi partisipasi empat tim di Gameweek (GW) 26, karena pertandingan-pertandingan di GW26 juga akan dimainkan pada tanggal 25-27 Februari 2017.

Pada GW26, Man United akan bermain melawan Man City, Hull melawan Burnley, Southampton melawan Arsenal, dan Liverpool melawan Leicester.

Sebagai contoh, jika Man United melangkah ke babak final, pertandingan Man City melawan Man United di GW26 akan ditunda, menjadi gameweek kosong (blank) bagi Man City dan Man United. Di satu sisi, gagalnya Hull melaju ke babak final akan membuat mereka dan Burnley aman untuk bermain di GW26.

Berlaku juga untuk pertandingan Southampton melawan Liverpool. Jika lolos, Southampton bisa menyeret Arsenal untuk tidak bermain di GW26, sedangkan Liverpool akan menyeret Leicester.

Situasi terburuk yang mungkin terjadi bagi para manajer FPL adalah kalau Man United ternyata harus bertemu Southampton di babak final. Bayangkan berapa banyak manajer yang nantinya harus kehilangan pemain-pemain mahal dan populer seperti Zlatan Ibrahimovic (43.3%), Sergio Aguero (21.6%), dan/atau Alexis Sanchez (36.5%) di GW yang bersamaan.

Piala FA

Piala FA Inggris akan segera memasuki babak keempat (4th proper round). Sampai tulisan ini dibuat, kita sudah mendapat 9 kesebelasan yang lolos ke babak keempat, antara lain: Arsenal, Chelsea, Hull, Leicester, Man City, Man United, Middlesbrough, Tottenham, dan Watford.

Meski begitu, babak ketiga belum sepenuhnya selesai, masih terdapat sembilan pertandingan ulang (replay) yang akan dimainkan. Kesebelasan-kesebelasan masih terlibat adalah Burnley, Crystal Palace, Liverpool, Southampton, dan Sunderland. Kita akan mengetahui kesebelasan mana yang lolos setelah replay usai dimainkan pada tanggal 17-18 Januari.

Dilihat dari perspektif FPL dan Liga Inggris, bentrokan akan terjadi pada GW28 dengan babak perempat-final (11 Maret) dan GW34 dengan babak semi-final (22-23 April).

Dua pertandingan yang sudah pasti aman dari situasi blank di GW28 tersebut adalah Bournemouth melawan West Ham dan Everton melawan West Brom, karena keempatnya sudah gugur dari Piala FA. Dua kesebelasan lain yang sudah gugur adalah Stoke dan Swansea, tetapi mereka masih harus melihat kiprah lawannya (masing-masing Man City dan Hull) di Piala FA.

Baca juga: Apa Bedanya Piala FA dan Piala Liga?

Sedangkan untuk GW34 juga ada dua pertandingan yang terhitung sudah aman dari blank, yaitu Swansea melawan Stoke dan West Ham melawan Everton. Bournemouth dan West Brom masih harus menunggu.

Tapi, tentunya, jumlah pertandingan yang akan blank di GW28 masih bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Perempat-final Piala FA hanya akan menyisakan delapan kesebelasan dan sangat kecil kemungkinan (masih ada) untuk mendapatkan delapan pertandingan blank di GW28 karena ini.

Lebih-lebih babak semi-final yang nantinya hanya akan melibatkan empat kesebelasan. Besar kemungkinan, jumlah pertandingan blank di GW34 akan lebih sedikit dibanding GW28.

Cuaca Buruk

Ini adalah kelanjutan dari yang sudah diinformasikan oleh cuitan @PanditFPL pada hari Selasa (10/01) malam hari.

Simpang siur tentang ramalan cuaca ekstrem di Inggris sudah mencuat sejak beberapa bulan terakhir. Menurut ramalan cuaca sejauh ini, suhu di Inggris selama bulan Januari bisa mengalami penurunan tajam, kurang lebih mencapai -15°C, mengakibatkan cuaca bersalju ekstrem akan menimpa sebagian kota di Inggris, terutama Inggris wilayah utara.

Hal ini bisa mengakibatkan adanya penundaan beberapa pertandingan, yang mungkin bisa saja menimpa selama GW21-23 di bulan Januari.

Sebenarnya, kejadian-kejadian penundaan pertandingan di Liga Inggris bukanlah yang pertama kali terjadi. Dalam lima musim terakhir, kurang lebih terdapat tiga pertandingan yang harus mengalami penundaan karena cuaca: Sunderland-Reading karena hujan deras (2012), Man City-Sunderland dan Everton-Crystal Palace karena badai angin (2014).

Selain cuaca, pertandingan Man United-Bournemouth juga pernah ditunda karena alasan keamanan pada musim lalu.

Mengatasi Potensi Blank Gameweek

Perencanaan jangka panjang untuk tim FPL kita sangat diperlukan. Perencanaan ini dimaksudkan untuk memiliki setidaknya 11 pemain yang dapat bermain saat blank gameweek.

Contoh yang paling dekat adalah GW26. Pastikan berapa jumlah pemain yang berpotensi untuk blank pada GW26 di tim FPL kita. Berapa jumlah pemain dari Man United + Man City + Southampton + Arsenal + Liverpool + Leicester + Hull + Burnley di tim? (Seiring berjalannya waktu, kita bisa menghilangkan kesebelasan-kesebelasan yang dirasa tidak akan lolos ke babak final Piala Liga beserta lawannya, misal Hull dan Burnley.)

Kalau kita hitung mundur dari GW26 sampai GW22 (dengan asumsi jatah FT untuk GW21 sudah dihabiskan), kita masih akan diberi 5 jatah transfer tambahan untuk bersiap-siap sampai GW26.

Sebagai contoh, jika kita ternyata memiliki 6 pemain yang akan blank di GW26, maka para manajer harus sudah berpikir untuk mengurangi jumlah pemain tersebut secara bertahap, dengan menyisihkan sebagian jatah transfer yang kita punya, dengan harapan, kita hanya memiliki 2-3 pemain blank saja di GW26.

Kenapa 2 atau 3? Di sinilah kita perlu ingat bahwa tim FPL memiliki empat tempat untuk pemain cadangan. Tentu kita akan ragu-ragu untuk membuang pemain-pemain mahal seperti Ibrahimovic, Aguero, atau Sanchez hanya untuk satu GW saja. Solusi termudah adalah dengan mencadangkan mereka dan mengandalkan pemain-pemain cadangan yang kita punya di GW tersebut, karena mengeluarkan dan memasukkan satu orang kembali saja sudah memakan 2 jatah transfer.

Jangan lupa, setelah GW26, kita masih akan menghadapi GW28, GW34, dan potensi double gameweek, yang juga butuh metode perencanaan jangka panjang seperti ini. Kecuali Anda adalah tipe manajer yang lebih memilih untuk mengambil poin minus untuk mengatasi semua GW tersebut.

Lantas, bagaimana dengan pertandingan-pertandingan yang mendadak ditunda karena cuaca? Lebih sulit untuk merencanakan tim berdasarkan faktor ini, karena ini sangat ditentukan oleh kondisi terakhir kota dan stadion tersebut, dan biasanya kita baru dapat mengetahui hal ini mendekati hari pertandingan. Walau tidak menjadi jaminan, mungkin bisa saja untuk lebih mencoba mengambil pemain dari kesebelasan-kesebelasan yang akan bermain di Inggris wilayah selatan.

Tapi, setidaknya ada juga metode yang sebaiknya dipertimbangkan untuk menghindari kerugian besar di tim FPL kita dan sebenarnya dapat diterapkan sepanjang musim. Caranya adalah dengan tidak memilih kapten dan wakil kapten dari pertandingan yang sama, sebar saja ke dua pertandingan yang berbeda. Andai tiba-tiba kapten kita tidak bisa bermain karena pertandingan harus ditunda, kita masih punya wakil kapten dari pertandingan lain. Ini akan jauh lebih aman, karena kalau kapten dan wakil kapten tidak bermain, kita tidak akan mendapat poin dobel dari pemain manapun di GW tersebut.

Blank Gameweek Mengakibatkan Double Gameweek

Sebagai dampak dari bertebarannya blank gameweek, maka kita juga harus menyadari bahwa pertandingan-pertandingan tersebut akan dipindah ke gameweek lain. Hal itu menyebabkan akan ada yang disebut sebagai double gameweek, atau berarti, akan ada kesebelasan yang bermain dua kali dalam gameweek tersebut.

Dalam double gameweek, poin dari kedua pertandingan akan dihitung dalam GW tersebut. Menjadi sangat menguntungkan untuk memberi ban kapten pada pemain yang akan bermain dua kali, karena peluang untuk meraih poin yang semula hanya ditentukan dari 90 menit bertambah menjadi 180 menit.

Tapi, yang ingin kami bahas pada poin ini adalah memantau GW yang berpotensi untuk menjalankan double gameweek untuk musim ini.

Sejauh ini, GW yang memungkinkan untuk kebagian double gameweek adalah GW34 dan GW37, hal ini terjadi karena FA (Federasi sepakbola di Inggris) tidak memiliki jadwal apapun di tengah-tengah pekan di GW tersebut. GW lainnya harus berbentrokan dengan Liga Champions, Liga Europa, ataupun replay Piala FA.

Menyelenggarakan pertandingan tunda di saat yang bersamaan dengan jadwal Eropa hampir tidak mungkin, karena itu idealnya tidak diperbolehkan oleh UEFA. Kalaupun terjadi, itu akan dilaksanakan dengan sangat terpaksa oleh FA (seperti yang terjadi pada Everton musim lalu).

Dengan adanya kemungkinan-kemungkinan yang sudah kami sebutkan di atas, para manajer FPL perlu memikirkan perencanaan transfer dengan sangat hati-hati agar tidak terbuang percuma ataupun merepotkan penyusunan tim FPL saat blank gameweek, dan bisa memaksimalkan potensi dari double gameweek.

Salam panah hijau dan selamat berencana!

Komentar