Kabar Cedera Andik

Sains

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Kabar Cedera Andik

Pemain sayap kanan tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah, menderita cedera lutut pada pertandingan final leg pertama Piala AFF 2016 melawan Thailand. Ia harus ditandu keluar lapangan pada menit ke-20.

Cedera yang diderita oleh pemain Selangor FA ini ternyata cukup serius. Cedera ini memaksanya harus absen di pertandingan final leg kedua di Thailand pada Sabtu (17/12) akhir pekan ini.

Setelah diperiksa dan dipindai menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta, ternyata Andik menderita cedera ruptur partial ACL (Anterior Cruciate Ligament) genu sinistra.

Hasil dari pemeriksaan MRI ini menyatakan bahwa Andik, yang menderita robek ACL, harus beristirahat sekitar tiga sampai enam pekan.

Andik mendapatkan cedera ini saat ia sedang mempertahankan bola melawan pemain Thailand, Kroekrit Thawikan, di menit ke-10. Saat itu, bukan kontak kepada lawan yang menyebabkan cederanya, melainkan kontak kakinya kepada tanah.

Seperti yang bisa dilihat pada video di atas, kaki kiri Andik salah berpijak sampai membuatnya terjatuh. Cedera jenis ini memang biasa diderita ketika lutut berputar saat kaki berpijak. Akan terdengar suara seperti “pop”, yang diikuti oleh ketidakmampuan untuk sekadar berjalan.

Selengkapnya mengenai cedera ACL bisa dibaca di sini.

Kemudian benar saja, meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, Andik tetap memaksakan bermain. Hal ini justru menambah parah cederanya dan ia menunjukkannya kembali pada menit ke-19 saat ia terlihat sudah tidak bisa berlari lagi.

Setelah kejadian itu, Andik kemudian ditandu dan ditarik keluar pada menit ke-20, digantikan oleh Zulham Zamrun yang, kebetulan juga, pernah menderita cedera ACL pada tahun 2015 yang lalu.

Meskipun tetap disayangkan, bisa dibilang Andik beruntung. Ia tidak memerlukan operasi karena cedera ACL-nya ini hanya robek kecil, tidak sampai putus. Waktu istirahat dan pemulihan yang ia perlukan juga “hanya” tiga sampai enam pekan.

Dalam tiga pekan ke depan, kondisinya akan terus dipantau, terutama oleh dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi. Jika dalam tiga pekan kondisi Andik masih belum mengalami peningkatan, bisa jadi akan ada operasi untuk menindaklanjuti cederanya ini.

Perbedaan robek ACL dan putus ACL

Keberuntungan Andik ini memang hanya terletak pada ligamen yang “robek” atau “putus”. Jika ligamen putus, bisa diperkirakan waktu penyembuhannya akan memakan waktu yang lebih lama, kira-kira 8 sampai 12 bulan.

Sebelumnya, ligamen depan atau ACL ini adalah cedera yang paling umum dari empat ligamen utama yang ada di lutut, sekaligus menjadi cedera yang paling ditakuti oleh banyak atlet.

“[Cedera] yang paling sering itu hamstring. Setelah itu, engkel dan cedera-cedera lutut. Itu yang paling sering,” kata dokter timnas, Alwi.

Selengkapnya: Dokter Tim sebagai Orang Penting di Balik Timnas Indonesia

ACL adalah ligamen besar terdiri dari dua “bundel” jaringan otot yang menyambungkan bagian dari lutut (gambarnya bisa dilihat di bagian bawah tulisan ini). Oleh karena itu, cedera ini dapat menyebabkan robek ACL parsial (seperti Andik), atau robek ACL menyeluruh alias putus. Diagnosis terbaik untuk menentukan kedua hal di atas adalah dengan MRI.

Robek ACL parsial melibatkan cedera yang hanya sebagian dari ACL. Itu berarti bahwa hanya satu dari dua bundel yang robek, sedangkan bundel yang satu lagi tetap utuh. Banyak penderita cedera robek ACL parsial yang bisa kembali ke tingkat permainan mereka.

Sedangkan cedera putus ACL kebanyakan mengakibatkan penderitanya mengalami sakit saat menekuk dan ketidakstabilan saat berjalan.

***

Sebelumnya, banyak yang mengaitkan kisah Indonesia yang bisa sampai ke final Piala AFF 2016 dengan apa yang terjadi kepada Portugal di Piala Eropa 2016. Sama-sama terseok-seok di fase grup, sama-sama tidak diunggulkan, sama-sama berbaju kandang merah dan tandang putih, serta yang terbaru pastinya, cederanya jagoan utama di awal laga final.

Selengkapnya: Pemuda dari Dua Belahan Dunia dan Kerinduan 12 Tahun

Tapi sebenarnya, Cristiano Ronaldo yang juga menderita cedera di awal laga, tepatnya di menit ke-8 (baru ditarik keluar di menit ke-25), mendapatkan cederanya yang berbeda dari yang dialami Andik di final leg pertama.

Jika Andik menderita cedera ACL, Ronaldo adalah MCL (Medial Collateral Ligament) atau ligamen samping dalam. Namun sejujurnya, tidak apa-apa juga jika masih mau menyambungkan kisah Ronaldo dan Portugalnya dengan Andik dan Indonesia, apalagi jika memang pada akhirnya Indonesia berhasil menjadi juara Asia Tenggara.

Dengan status cederanya ini, Andik dipastikan tidak akan bisa tampil membela timnas Indonesia di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand di final leg kedua nanti. Tapi meskipun begitu, Andik dilaporkan tetap akan ikut rombongan timnas ke Thailand untuk menjalani final leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Kita tentunya sudah tidak asing dengan cedera di timnas Indonesia. Mulai dari cederanya Irfan Bachdim sampai cederanya Andik kali ini. Kita juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa pada cedera Andik ini karena ia mendapatkannya ketika sedang kontak dengan tanah saat berpijak.

Satu hal yang patut disyukuri adalah bahwa cederanya tidak separah yang diperkirakan, meskipun cedera ini termasuk cedera ACL yang menakutkan. Perbedaannya hanya pada ligamen yang robek sebagian, tidak sampai terputus. Semoga dengan tetap ikutnya Andik ke Thailand, bisa menyemangati dan memberikan dukungan moril bagi rekan-rekannya untuk bermain di leg kedua nanti.

Komentar