Memaknai Kehadiran Pavoletti dalam Skuat Napoli

Taktik

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Memaknai Kehadiran Pavoletti dalam Skuat Napoli

Sekitar 32 juta euro telah dikeluarkan Napoli untuk mendatangkan Arkadiusz Milik dari Ajax Amsterdam. Transfer itu dilakukan setelah Napoli kehilangan Gonzalo Higuain yang pindah ke Juventus dan kegagalan merayu Mauro Icardi, penyerang Internazionale Milan.

Kepergian Higuain memang meninggalkan lubang besar di dalam skuat Napoli. Kedatangan Milik yang diplot sebagai pewaris Higuain pun sempat dipertanyakan kelayakannya. Milik dianggap kurang efisien mencetak gol selama memperkuat Polandia di Piala Eropa 2016. Dari lima pertandingannya, ia cuma mencetak satu gol ke gawang Irlandia Utara.

Padahal Milik adalah pemain kunci Ajax Amsterdam selama dua musim. Banyak orang yang terkesan atas torehan 32 gol dari 52 pertandingan Eredivisie. Catatan itulah yang membuat Napoli tetap yakin mendatangkannya ke Serie-A, liga yang dikenal dengan pertahanan disiplin dan kecerdasan taktis. Cuma sedikit penyerang baru yang langsung konsisten memberikan ketajamannya mencetak gol. Edin Dzeko ketika musim perdananya bersama AS Roma adalah buktinya. Tapi Milik membuktikan dirinya berbeda dengan penyerang pendatang lainnya.

Duel udara dan kecerdasannya membantu lini depan Napoli menjadi ancaman bagi lini pertahanan lawan. Milik terus bergerak untuk menciptakan ruang bagi rekan-rekannya di lini depan. Mampu mengamankan posisinya agar bisa mencetak gol setelah memanfaatkan celah dari lawan. Selain itu, sesekali ia melepaskan umpan silang maupun kunci. Milik menjelma menjadi kunci bagi strategi Maurizio Sarri. Tak berlebihan jika mengatakan Milik adalah pengganti Higuain yang tepat pada awal Serie-A. Terlebih setelah ia mencetak empat gol dari tujuh pertandingan yang dilakoninya.

Selama Milik dimainkan, Napoli mendapat rataan dua poin di setiap pertandingannya dan sempat berada di peringkat pertama klasemen sementara Serie-A pada pekan keempat. Tapi sejak Milik cedera, hal itu menjadi satu-satunya alasan masalah Napoli di depan gawang. Tanpa keberadaannya, Napoli cuma menghasilkan 1,75 poin di setiap pertandingannya. Alhasil Sarri tak lagi bertumpu pada penyerang tengah saja.

Gol memang sudah tersebar kepada Dries Mertens, Jose Callejon, Lorenzo Insigne dan Marek Hamsik. Hanya saja Napoli tak bisa selamanya mengandalkan Manolo Gabbiadini yang tak setajam Higuain bahkan Milik. Terlalu lama di bangku cadangkan mungkin membuat Gabbiadini tak seperti kala ia membela Sampdoria.

Saat ini Napoli membutuhkan penyerang yang cepat, kuat menahan bola, bermain cerdas dan rela berkorban untuk kesebelasannya. Tapi Sarri tidak punya waktu lagi jika harus mengembangkan pemain yang ada. Maka siapapun yang tiba pada bursa transfer Januari mendatang, wajib cepat beradaptasi.

Di bawah naungan Sarri, pemain dituntut terus bergerak tanpa henti dan menyediakan pilihan untuk membangun permainan. Untuk sementara ini, Leonardo Pavoletti yang direkrut dari Genoa adalah pilihan ideal. Ia juga selalu mengancam lawan melalui duel udara dengan memenangkan 1,5 sundulan di setiap pertandingannya.

Pavoletti rela berkorban pindah dari areanya di lini depan demi permainan kolektif kesebelasannya. Untuk menjadi penyerang klasik nomor sembilan, ia pun bisa dan akan cocok bermain sebagai ujung tombak dalam formasi tiga penyerang. Bersama rekan-rekannya di lini depan, ia bisa menjaga kreativitas ketika mengeksploitasi pertahanan lawan.

Napoli sudah berinvestasi penyerang baru ketika bursa transfer Januari 2017 baru dibuka. Pavoletti tinggal membuktikan bahwa ia bisa setingkat dengan Milik. Pavoletti juga harus bisa mempertahankan permainan Napoli di Liga Champions.

Pavoletti, yang mencetak empat gol dari 10 pertandingan Serie A, memang harus langsung bermain di level yang lebih tinggi. Saat ini Napoli untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sebagai pemuncak klasemen. Sebelumnya, mereka terlalu banyak menderita di liga antara kesebelasan besar Eropa tersebut, tak hanya di Liga Champions, tapi juga di Liga Europa.

Namun yang paling utama tetap saja, kesebelasan berjuluk Partenopei itu ingin tetap bersaing meraih scudetto. Mereka juga sudah mendapatkan Pavoletti sebagai pelapis Milik. Ini menjadi bagian dari pembelian pemain anyar di musim panas lalu seperti Marko Rog, Nikola Maksimovic, Emanuele Giaccherini dan Lorenzo Tonelli yang tentu harus dimaksimalkan.

Sejauh musim ini, Napoli telah berubah, dengan tak lagi hanya mengandalkan satu penyerang saja seperti ketika bergantung pada Higuain. Sementara itu, Napoli ingin mencapai kesetaraan dengan Napoli era Diego Maradona, yaitu meraih scudetto. Kedatangan Pavoletti, tentu diharapkan agar Napoli semakin memiliki banyak pemain yang bisa mencetak banyak gol untuk memuluskan mereka ke tangga juara.

Sumber: Football-Italia.

Foto feature image diolah dari berbagai sumber.

Komentar