Perbedaan Manajer dan Pelatih Kepala di Sepakbola | Pandit Football Indonesia

Perbedaan Manajer dan Pelatih Kepala di Sepakbola

Klasik

by Dex Glennıza 128589

Dex Glennıza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Perbedaan Manajer dan Pelatih Kepala di Sepakbola

Pada suatu percakapan dengan pihak PSM Makassar, saya membukanya dengan pertanyaan, “Robert René Alberts itu jabatannya manajer atau kepala pelatih di PSM Makassar?”. Pertanyaan tersebut sebenarnya berlaku untuk semua kesebelasan, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya.

Bagi beberapa orang yang tidak mau repot, mereka tidak akan mempermasalahkan perbedaan pengertian ini.

Istilah manajer sepakbola, seperti laiknya gim Football Manager yang tersohor itu, sebenarnya lebih populer di Inggris sana. Misalnya saja, Arsene Wenger adalah manajer Arsenal dan Sir Alex Ferguson adalah mantan manajer Manchester United.

Akan tetapi, Mauricio Pochettino pernah ngomel karena disebut sebagai manajer Tottenham Hotspur. “Jika kamu manajer, kamu memutuskan banyak hal tentang kesebelasan. Tapi jika kamu seorang kepala pelatih (head coach), tanggung jawab kamu adalah untuk bermain lebih baik, mencoba untuk meningkatkan pemain dan untuk mendapatkan hasil yang positif.”

“Ketika di Southampton, aku adalah seorang manajer. Tanggung jawabku tidak hanya untuk melatih kesebelasan. Dengan Tottenham, aku seorang pelatih kepala. Seorang kepala pelatih adalah kepala departemenmu. Departemenku adalah untuk melatih kesebelasan,” kata pria asal Argentina itu pada 2015.

Dari pernyataan Pochettino di atas, apakah kamu sudah bisa membedakan apa itu manajer dan pelatih kepala, setidaknya di Inggris saja dahulu?

Perbedaan versi sepakbola Inggris

Jika kita meninjau dari definisi secara harafiah, British English menyebut bahwa manajer memiliki otoritas pengawasan. Kemudian pelatih memiliki makna sebagai guru, instruktur, dan penasihat.

Beda lagi, American English (pusing sekali ya, English saja ada banyak versinya) menyebut pelatih sebagai orang yang memiliki peran kreatif dan kepemimpinan. Sementara manajer bertanggung jawab untuk hal-hal yang lebih bersifat dukungan administratif dan material untuk tim.

Jika diaplikasikan kepada sepakbola, sederhananya, pelatih kepala (head coach) adalah figur yang bertugas memberikan porsi latihan, meracik strategi, dan memberikan instruksi di lapangan. Sedangkan seorang manajer (manager) bertanggung jawab mengatur administrasi dan persiapan kesebelasan di luar lapangan, seperti masalah perekrutan pemain.

Sebagai contoh, Sir Alex mungkin merupakan contoh sosok manajer terbaik, karena ia juga memiliki tanggung jawab melatih. Meskipun demikian, ia tidak memperhatikan sampai hal-hal yang terlalu kecil, seperti misalnya memilih makanan yang cocok setelah latihan, mengatur tinggi rumput yang harus dipotong di stadion, atau bahkan soal taktikpun ia sesekali mendelegasikannya kepada asisten manajernya.


Baca juga: Perihal Pentingnya Peran Asisten Manajer


“Ketika kamu menjadi manajer, sangat penting untuk peduli terhadap detail, tapi penting juga untukmu mengetahui jika tidak akan ada cukup waktu dalam satu hari untuk mengecek semuanya,” kata Ferguson di bukunya yang berjudul Leading.

Di saat seorang pelatih kepala dapat berkonsentrasi penuh kepada kesebelasan, tapi kelemahannya adalah mereka biasanya memiliki kekuasaan yang minim ketika berkaitan dengan hal di luar lapangan.

Contohnya, mantan head coach Sunderland, Paolo Di Canio, dipecat setelah hanya bertugas di 13 pertandingan pada September 2013, dengan mengeluarkan komentar: “Tidak ada salah satu dari mereka (pemain) yang direkrut oleh saya. Roberto De Fanti dan Valentino Angeloni adalah dua orang yang bertanggung jawab untuk kesalahan teknis, dengan dukungan maksimal dari ketua, Ellis Short. Tapi saya tidak membawa satu pemain pun. Saya meminta mereka untuk membawa 80 persen pemain Inggris.”

Di Leeds United, kasus dipecatnya Brian McDermott pada 2014 oleh pemilik Leeds saat itu, Massimo Cellino, juga terjadi akibat pemilik asal Italia tersebut lebih menginginkan sosok “head coach” daripada “manajer.

Bersambung ke halaman selanjutnya, yakni perbedaan versi Eropa dan Indonesia

Komentar