Kapan Sebaiknya Waktu Pertandingan Liga 1 Dimulai Saat Ramadan? | Pandit Football Indonesia

Kapan Sebaiknya Waktu Pertandingan Liga 1 Dimulai Saat Ramadan?

Sains

by Dex Glennıza 13320

Dex Glennıza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Kapan Sebaiknya Waktu Pertandingan Liga 1 Dimulai Saat Ramadan?

Bagi negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Indonesia tetap menjalankan pertandingan Liga 1 mereka selama Bulan Ramadan ini. Dibandingkan dengan Malaysia yang memutuskan libur kompetisi sementara selama Ramadan, Indonesia memilih untuk bermain pada malam hari.

Malaysia meliburkan liga sepakbola mereka dengan tujuan untuk menghormati umat muslim yang beribadah pada Bulan Ramadan, sekaligus juga karena mayoritas pemain di Liga Malaysia adalah mereka yang beragama Islam.

Kita boleh saja mendebatkan baik atau tidaknya ada pertandingan sepakbola selama Ramadan. Itupun sebaiknya ditinjau dari sisi agama, bukan dari sisi olahraga sepakbola. Ini bisa dimengerti lantaran bulan ini adalah bulan suci yang sebaiknya dimanfaatkan untuk beribadah.

Bagi penonton, mungkin ibadah mereka hanya akan terganggu ketika hari pertandingan, di mana biasanya pertandingan dimainkan pada pukul 20:30 WIB. Tapi bagi pemain, pelatih, dan ofisial, mereka juga harus sibuk bukan hanya selama hari pertandingan, tetapi juga pada hari latihan.

Itu yang sekiranya bisa membuat para pemain, pelatih, dan ofisial tidak bisa berkonsentrasi penuh untuk beribadah pada Ramadan. Namun, saya tidak sedang membicarakan pentingnya ibadah pada tulisan ini, karena kadang misalnya mencari nafkah (sebagai pemain, pelatih, dan ofisial) juga bisa dikategorikan sebagai bentuk lain dari beribadah. Jadi, mari kita tinjau masalah jadwal pertandingan di bulan Ramadan ini dari perspektif sepakbola.

Membandingkan jadwal liga sepakbola di beberapa negara ketika Ramadan

Topik pembahasan Ramadan dan jadwal pertandingan sepakbola ini memang merupakan perbincangan tahunan. Selain di Indonesia, Ramadan dan sepakbola profesional sempat berbentrokan beberapa kali, misalnya pada Piala Dunia 2014, Piala Eropa 2016, Piala Dunia U20 FIFA di Korea Selatan tahun ini, serta Piala Konfederasi di Rusia tahun ini yang melibatkan pemain-pemain muslim seperti Vincent Aboubakar, Shkodran Mustafi, dan Amin Younes.

Untuk sepakbola Eropa, kebanyakan musim kompetisi sudah berakhir saat Ramadan tahun ini. Misalnya Liga Primer Inggris 2016/2017 yang setidaknya memiliki lebih dari 50 pemain muslim seperti Paul Pogba, Mesut Özil, Sadio Mané, Riyad Mahrez, dan terutama pemain dengan nama paling Ramadan di musim ini: Ramadan Sobhi; bisa menjalankan ibadah puasa tanpa halangan yang berarti. Pogba bahkan melaksanakan ibadah umrah setelah menjuarai Liga Europa.

Namun, untuk beberapa musim kompetisi di Asia dan Afrika yang memiliki banyak penduduk dan pemain muslim, ada beberapa yang masih berlangsung.

Jika Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Konfederasi, dan bahkan Olimpiade serta Tour de France yang sempat berbentrokan dengan Ramadan adalah turnamen khusus, yang sebenarnya jadwalnya bisa diatur dan juga pemain serta penonton kebanyakan berstatus sebagai musafir (boleh tidak berpuasa), lain halnya jika bentrokan terjadi pada musim kompetisi seperti liga sepakbola.

Biasanya bagi negara-negara yang tidak memiliki mayoritas penduduk muslim, tidak ada penyesuaian jadwal pertandingan terhadap Ramadan. Namun tidak otomatis sebaliknya, tidak semua negara berpenduduk muslim yang besar akan menyesuaikan jadwal pertandingan mereka dengan Ramadan.

Grafis perbandingan beberapa musim kompetisi yang melibatkan negara berpenduduk muslim yang besar mengenai waktu sepak mula di Bulan Ramadan 2017 – Oleh: Mayda Ersa Pratama

Dari contoh-contoh yang diambil di atas, ada Indonesia, Suriah, Mesir, dan Turki (tinggal satu pekan pertandingan lagi) yang menyesuaikan jadwal pertandingan sepakbola mereka dengan Ramadan, yang idealnya adalah setelah berbuka. Sementara itu, Singapura, Aljazair, Tunisia (tinggal satu pertandingan final), Nigeria, dan Kenya tetap menjalankan jadwal pertandingan mereka seperti selain Ramadan, yaitu pada sore hari.

Hal yang sedikit unik terjadi di Kenya. Asosiasi sepakbola Kenya (FKF) sebenarnya tetap memainkan jadwal pertandingan seperti biasanya untuk tiga divisi teratas sepakbola mereka. Namun, untuk divisi di bawahnya, atau liga pada South Coast Branch, meliburkan liga sepakbola mereka.

Meninjau waktu pertandingan Liga 1 selama Ramadan

Kembali ke Indonesia, Manajer Semen Padang, Win Bernadino, sempat mengajukan keberatan jika pertandingan dilangsungkan pada pukul 20:0 WIB selama Ramadan. Hal ini disebabkan karena setiap kesebelasan harus bersiap di stadion setidaknya 90 menit sebelum sepak mula.

“Tentu tak mungkin kami berbuka di stadion. Kami meminta kepada regulator kompetisi agar laga digelar jam 21.00 WIB, yang sebenarnya jam segitu umat muslim masih melaksanakan salat tarawih. Namun jika diundur lagi, tentu mainnya terlalu malam yang tentu berdampak pada kondisi pemain,” ujar Win pada Selasa pekan lalu (23/05) seperti yang dikutip dari Bola.

Win juga mengeluhkan pertandingan yang digelar terlalu larut bisa berdampak pada jumlah penonton. “Selain kurang bagusnya penampilan, laga dimainkan malam hari apalagi di Bulan Ramadan tentu berdampak pada gairah penonton. Meski begitu, kami tetap berharap dukungan publik meski kami sadari akan ada pengurangan jumlah penonton nanti,” kata Win dari sumber yang sama.

Pada Ramadan tahun ini, Liga 1 akan memainkan empat pekan pertandingan (pekan ke-8 sedang berlangsung) sampai dengan 19 Juni 2017. Setelah itu, kompetisi akan diliburkan sampai Lebaran dan kemudian akan dimulai kembali pada 30 Juni 2017 untuk pekan pertandingan ke-12.


Baca juga: Dampak Berpuasa untuk Kegiatan Olahraga Menurut Sains


Pada umumnya, pertandingan-pertandingan Liga 1 di Bulan Ramadan memiliki jadwal sepak mula pada pukul 20:30 WIB. “Jadwal pertandingan selama puasa jam 20.30 WIB setelah tarawih,” ungkap COO PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy, pada Jumat (26/05) seperti yang dikutip dari detikSport.

Jumlah tayangan siaran langsung pertandingan juga akan dikurangi dari dua siaran langsung per hari, menjadi hanya satu per hari selama Ramadan. Namun, waktu siaran ini dirancang untuk memanjakan penonton layar kaca yang mayoritas berada di Indonesia bagian barat (WIB).

Pada kenyataannya, ada pertandingan yang disiarkan pada pukul 20:30 WIB tapi di lokasi pertandingan sesungguhnya adalah 21:30 di Indonesia Tengah (WITA) atau 22:30 di Indonesia Timur (WIT).

Misalnya saja Perseru Serui melawan Bali United, jika tidak ada perubahan jadwal, dijadwalkan akan bertanding pada 4 Juni 2017 pukul 20:30 WIB atau 22:30 WIT di Stadion Marora, Serui, sesuai yang tertulis di situs resmi Liga 1.

Secara keseluruhan, sesuai waktu lokal (artinya bukan hanya melihat WIB), ada 22 pertandingan yang berlangsung pada pukul 20:30, lalu 10 pertandingan pada 21:30, serta masing-masing satu pertandingan pada 19:00 (Persipura vs Barito pada 30/05), 20:00 (Perseru vs PS TNI pada 18/06), dan 22:30 (Perseru vs Bali pada 04/06) selama Ramadan tahun ini di Indonesia.

Pukul 20:30 adalah waktu terbaik

Untuk melihat kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk pertandingan sepakbola, kita bisa kembali melihat dari sisi sains.

Waktu sore hari (ngabuburit) menjadi waktu yang umumnya dikategorikan “terbaik” secara sains karena sisa energi dan cairan tubuh di sore hari yang habis akan dapat langsung dikembalikan dengan makan dan minum saat berbuka puasa.

Akan tetapi, bertanding pada ngabuburit bisa menjadi sesuatu yang menyulitkan bagi atlet karena bisa jadi energi dan cairan tubuh mereka yang tersisa tidak akan cukup untuk pertandingan selama maksimal 90 menit. (Baca juga: Tips Nutrisi Saat Berpuasa)

Kemudian, hal ini membuat kita mempertimbangkan bertanding sesudah berbuka puasa (pada malam hari) yang sangat marak dilakukan. Pertandingan setelah berbuka dapat dilakukan karena memberikan kesempatan bagi pemain untuk makan dan minum sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Pertandingan setelah berbuka sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, tapi disarankan paling cepat dilakukan satu setengah jam (90 menit) setelah pemain berbuka puasa.

Hal ini yang membuat sains dan bisnis menjadi selaras, karena 20:30 adalah kira-kira 150 menit setelah berbuka, yang mana ini sudah melewati batas minimal, sekaligus batas prime time pada siaran televisi di saat orang-orang (seharusnya) baru selesai melakukan salat tarawih.


Baca selengkapnya: Tips Berolahraga Saat Puasa Ramadan


Mengatur jadwal pertandingan sepakbola itu memang sulit, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan, di antaranya adalah izin, keamanan, hak siar, dan kebutuhan prime time. Ditambah pada Ramadan seperti ini, pertimbanganpun menjadi bertambah.

Jika kita hanya meninjau dari sisi sains dan manajemen, waktu pertandingan di malam hari adalah waktu terbaik jika memang masih harus ada liga sepakbola selama Ramadan. Sepertinya kita tidak perlu melakukan protes berlebihan, kecuali jika pertandingan berbentorkan dengan waktu salat maghrib.

Komentar