Antara Nyaman dan Ketergantungan Akan Rumah (Kandang)

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Antara Nyaman dan Ketergantungan Akan Rumah (Kandang)

Bermain di depan suporter sendiri, tentu memberikan sebuah kenyamanan tersendiri bagi sebuah kesebelasan. Tapi kenyamanan ini kadang berubah menjadi sebuah ketergantungan tersendiri bagi sebuah kesebelasan. Ini yang terjadi pada Burnley.

Hasil imbang 1-1 yang mereka raih pada Minggu (12/2/2017) malam saat menjamu Chelsea, membuat Burnley menjadi salah satu kesebelasan yang begitu mengandalkan kandang mereka, Stadion Turf Moor, dalam usaha mereka meraih poin dalam ajang Liga Primer Inggris musim 2016/2017. Bukan disebut jago kandang, karena Burnley pun pernah mengalami kekalahan di Turf Moor, tapi lebih kepada Burnley begitu nyaman bermain di rumah. Kenyamanan yang lambat laun berubah menjadi ketergantungan.

Di Turf Moor, Burnley sendiri memang tidak selamanya meraih hasil positif. Tiga kali kekalahan pernah mereka catatkan di sini, yaitu dari Swansea City, Manchester City, dan Arsenal. Tapi, sembilan kemenangan yang sudah mereka raih dalam ajang Liga Primer, semuanya diraih di Turf Moor. Hal ini menjadikan mereka sebagai kesebelasan yang begitu bergantung kepada kandang dalam usaha mereka meraih poin.

Menggunakan rumus sederhana di bawah ini, akan didapat persentase ketergantungan Burnley atas kandang mereka, Turf Moor.

jumlah poin yang didapat di kandang/total poin di Liga Primer x 100%

Mari kita hitung persentasenya. Jumlah poin yang didapat Burnley di kandang adalah 29, sedangkan jumlah poin yang mereka dapat sampai pertandingan terakhir Liga Primer (pertandingan ke-25) adalah 30 poin. Dikalikan 100%, maka akan didapat persentase sebagai berikut.

29/30x100% = 96,7%

Angka 96,7% adalah persentase ketergantungan Burnley atas kandang mereka. Jumlah ini bahkan menjadikan mereka sebagai kesebelasan kedua di Eropa yang begitu bergantung di kandang, setelah SV Darmstadt yang mencatatkan persentase ketergantungan di kandang sebesar 100% (Darmstadt tidak pernah meraih poin selain di luar kandang). Angka ini juga membuat Darmstadt menjadi kesebelasan yang begitu bergantung akan kandang mereka di ajang Bundesliga 2016/2017.

Di posisi ketiga kesebelasan Eropa yang begitu mengandalkan kandang, ada nama Leicester City. Juara Liga Primer 2016/2017 ini mencatatkan persentase ketergantungan di kandang sebesar 85,7%. Selain Burnley dan Leicester, kesebelasan Inggris lain yang begitu mengandalkan kandang adalah Hull. The Tigers meraih persentase ketergantungan di kandang sebesar 75%.

Selain Darmstadt, Hull, Burnley, dan Leicester, ada juga beberapa kesebelasan lain yang begitu mengandalkan kandang untuk meraih poin. Di La Liga, ada nama Granada yang mencatatkan persentase ketergantungan terhadap kandang sebanyak 76,9%, serta Las Palmas dengan persentase sebanyak 82,1%. Granada dan Las Palmas memang begitu banyak mendapatkan poin di kandang dalam ajang La Liga 2016/2017 ini, terutama bagi Las Palmas yang menjadi kesebelasan yang cukup kuat di kandang dengan catatan satu kekalahan saja di Estadio Gran Canaria.

Sedangkan di Serie A, ada nama Crotone yang mencatatkan persentase ketergantungan terhadap kandang yang cukup besar. Crotone mencatatkan persentase sebesar 84,7%. Sementara itu, di Ligue 1 ada nama SM Caen yang mencatatkan persentase ketergantungan di kandang sebesar 80%, salah satu yang cukup besar di Ligue 1.

Jika diurut, maka daftar kesebelasan-kesebelasan Eropa yang begitu menjagokan kandang pada musim 2016/2017 dari statistik di atas akan menjadi seperti ini.

  1. SV Darmstadt (Bundesliga): 100%
  2. Burnley (Liga Primer): 96,7%
  3. Leicester City (Liga Primer): 85,7%
  4. Crotone (Serie A): 84,7%
  5. Las Palmas (La Liga): 82,1%
  6. Caen (Ligue 1): 80%
  7. Granada (La Liga): 76,9%
  8. Hull City (Liga Primer): 75%

Bermain di kandang sendiri, terutama bagi kesebelasan-kesebelasan yang tidak masuk jajaran top flight (kesebelasan papan atas) sebuah liga, memang kerap memberikan motivasi dan kenyamanan tersendiri. Mungkin saja mereka memang sudah pasrah dan lebih bermain nothing to lose saat bermain di kandang lawan. Namun di kandang sendiri, setidaknya harus ada perjuangan yang diperlihatkan karena pertandingan mereka mayoritas ditonton langsung oleh suporter sendiri.

Tapi meski banyak meraih angka di kandang sendiri, hal tersebut bukanlah jaminan sebuah kesebelasan akan tetap melaju kencang dalam sebuah liga. Kadang, kesebelasan yang menjadi juara dalam sebuah liga kerap banyak memenangkan laga tandang, sehingga raihan poin mereka pun lebih banyak dari kesebelasan yang hanya mengandalkan pertandingan kandang untuk meraih poin.

Walau begitu, menggantungkan segala sesuatunya di kandang pun bukan hal yang salah. Seperti rumah yang menjadi tempat yang penuh kenyamanan, kandang pun bisa menjadi rumah tempat sebuah kesebelasan menggantungkan banyak hal, seperti dukungan di kandang dan poin-poin yang setidaknya bisa didulang di kandang.

Kembali ke Turf Moor, stadion milik Burnley, mereka begitu kuat di kandang bukannya tanpa alasan. Antonio Conte, manajer Chelsea, menyatakan setelah kesebelasannya meraih hasil imbang: "Kamu bisa mendapatkan kesulitan [bermain di Turf Moor] karena lapangannya kecil; hal ini lebih baik untuk kesebelasan yang mencoba bermain bertahan dan mengandalkan bola-bola panjang. Kamu jadi memiliki luas lapangan yang lebih sedikit untuk dikuasai."

Baca juga: West Ham, Keuntungan Status Tuan Rumah, dan Anomali Stadion Baru

Sumber: Squawka, WhoScored

Gambar fitur: Ivan Hadyan

Komentar