Invasi Lapangan yang Berujung Keributan di Lyon

Berita

by Sandy Firdaus 27777

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Invasi Lapangan yang Berujung Keributan di Lyon

Olympique Lyon berhasil memenangkan laga leg pertama babak delapan besar Liga Europa melawan Besiktas pada Jum`at (14/4/2017) dini hari. Tapi bukan kemenangan Lyon yang menjadi fokus perhatian, melainkan invasi lapangan berujung keributan yang terjadi tepat sebelum pertandingan berlangsung.

Laga leg pertama babak delapan besar Liga Europa yang mempertemukan antara tuan rumah Lyon melawan Besiktas di Stadion Parc OL yang sejatinya digelar pada 8.05 pm waktu setempat harus ditunda sampai 45 menit. Ini terjadi karena ada sebuah invasi lapangan yang dilakukan oleh para suporter, yang berujung keributan antara suporter Lyon dan suporter Besiktas.

Untuk mengamankan situasi, beberapa personel pihak keamanan dan kepolisian pun diturunkan agar keributan tidak semakin meluas. Bahkan, presiden klub Lyon, Jean-Michel Aulas pun harus sampai duduk di antara para suporter di tribun belakang gawang setelah berusaha meredakan ketegangan lewat pengeras suara di stadion. Juru bicara UEFA, Pedro Pinto pun menginformasikan apa yang ia lihat di Stadion Parc OL tersebut lewat akun Twitternya.

Insiden yang terjadi di Parc OL ini disinyalir diawali oleh keributan yang dimulai oleh para suporter Besiktas yang datang bertandang ke Lyon. Sejak Kamis (13/4/2017) kemarin, suporter ini sudah membuat ulah. Mereka memancing keributan dengan polisi di sekitaran kota Lyon. Sekumpulan suporter Besiktas yang datang dari Jerman pun merusak store dari klub Lyon karena gagal mendapatkan tiket pertandingan yang sudah terjual habis.

Mereka juga dianggap sebagai provokator dalam kejadian yang terjadi di Parc OL tersebut dengan melemparkan kembang api ke arah suporter Lyon dan menantang suporter Lyon sehingga keributan pun pecah. Beberapa orang bahkan sampai mengalami luka-luka karena kejadian ini.

Akibat dari keributan ini, salah seorang pihak keamanan stadion sampai terluka. Kejadian ini disaksikan langsung oleh salah seorang fotografer AFP yang menolak disebutkan namanya.

"Suporter Besiktas menyerang pihak keamanan tersebut dan melukainya. Mereka melakukannya sembari mengibarkan bendera negara Turki," ujar fotografer tersebut seperti dilansir World Football.

Mirisnya, kejadian ini terjadi tidak lama setelah kejadian ledakan di Dortmund yang membuat pertandingan antara Borussia Dortmund melawan AS Monaco sampai ditunda dan melukai salah satu pemain Die Borussen, Marc Bartra. Usai kejadian tersebut, UEFA pun langsung melakukan evaluasi untuk meningkatkan standar keamanan di stadion.

Tapi nyatanya, keributan di Lyon tetap saja pecah. Ini menandakan bahwa ada sesuatu yang sedang bergejolak di Eropa sana. Terkhusus untuk Lyon, daerah ini adalah daerah yang banyak dihuni oleh orang-orang dari Armenia. Beruntung, setelah situasi berhasil disterilkan oleh pihak keamanan, pertandingan bisa tetap berjalan dan dimenangkan oleh Lyon dengan skor 2-1.

foto: @FOXHaber

Komentar