Gameweek 3 (GW3) Fantasy Premier League (FPL) 2026/27 datang dengan satu godaan besar bernama Erling Haaland. Pasalnya, Manchester City menghadapi Coventry City di Stadion Etihad. Bagi sebagian manajer, ini adalah jenis pertandingan yang sejak awal musim sudah diberi tanda. Haaland menghadapi tim promosi, bermain kandang, dan datang setelah mencetak 13 poin pada Gameweek 2 ketika City menang 4-1 atas Crystal Palace.
Selain itu, Coventry memulai musim dengan dua kekalahan dan belum mencetak gol. Haaland sendiri sudah mencetak dua gol di GW2 dan mencatat 9 shots in the box dalam dua GW, terbanyak di FPL saat ini. Musim lalu di kandang, Haaland menghasilkan 120 poin dalam 17 pertandingan, dengan enam haul dua digit dan rata-rata 7,4 poin per laga.
Nah, pertanyaannya: Apakah ini saat yang tepat untuk mengeluarkan Triple Captain (TC)?
Kalau kamu memiliki Haaland dan skuad tidak membutuhkan perombakan besar, lakukan! Bahkan dibandingkan Wildcard, Free Hit, atau Bench Boost, TC adalah chip yang paling masuk akal untuk dipertimbangkan pada Gameweek 3.
Ada alasan statistik kenapa Haaland menjadi kandidat TC paling menarik. Fakta musim lalu, Haaland menjadi pemain dengan poin FPL terbanyak, 239 poin, berkat 27 gol dan delapan assist. Tapi, City juga memberikan kepastian lain: Haaland bukan hanya produktif secara keseluruhan, tapi sangat berbahaya ketika menghadapi klub promosi di kandang.
Haaland rata-rata menghasilkan 9,4 poin per starter ketika menghadapi tim promosi di Etihad. Dalam periode tersebut terdapat beberapa ledakan poin besar: 17 poin melawan Nottingham Forest pada 2022/23, 17 poin kontra Ipswich Town pada 2024/25, dan 16 poin saat menghadapi Burnley musim lalu.
Artinya, secara matematis, pertandingan melawan Coventry bukan sekadar “FDR (Fixture Difficulty Rating) bagus”. Ini adalah salah satu tipe pertandingan yang memang cocok dengan profil TC: pemain premium elite, ceiling tinggi, laga kandang, lawan tim promosi, kemampuan mencetak banyak gol dalam satu pertandingan, eksekutor penalti, dan biasa bermain penuh.
Kenapa Bukan Wildcard?
Jika kita mengesampingkan TC, sebenarnya Wildcard (WC) justru merupakan chip yang paling menggoda untuk digunakan pada awal musim. Setelah dua Gameweek, kita mulai mendapatkan informasi nyata: siapa yang menjadi starter, siapa mengambil penalti, siapa bermain lebih ofensif, siapa yang ternyata hanya bagus di atas kertas, siapa yang minutes play-nya kurang, dan lain-lain.
Namun, dua Gameweek masih terlalu sedikit untuk membongkar satu skuad penuh. Scout Pandit FPL menilai Gameweek 6 sebenarnya jadi momen menarik untuk WC karena adanya jeda internasional tiga pekan. Menggunakan WC ketika informasi sudah jauh lebih banyak memungkinkan kamu merespons cedera, perubahan peran, sekaligus pergerakan harga pemain. Jadi, kecuali skuad kamu benar-benar kacau.
Misalnya banyak pemain cedera, kehilangan tempat utama, atau struktur tim sudah enggak masuk akal, WC di GW3 terasa terlalu dini. Scout Pandit FPL menyoroti WC dapat dimanfaatkan untuk memasukkan Haaland, mengeksploitasi fixture Manchester City dan Liverpool, serta memanfaatkan harga pemain bertahan £4,0m dari tim promosi.
Contohnya:
Man City: Coventry (H) GW3
Liverpool: Ipswich (A) GW3, Fulham (H) GW4
Newcastle: Bournemouth (H) GW3, Leeds (A) GW4, Hull (H) GW5, Coventry (A) GW6.
Newcastle khususnya sangat menarik untuk Wildcard karena delapan pertandingan berikut mereka semuanya memiliki FDR maksimal 3. Jadi, WC di GW3 isa kamu pilih kalau skuadmu punya 3–5 masalah permanen, misalnya pemain tidak starter, cedera, perubahan transfer klub, struktur budget yang buruk, atau kamu memulai tanpa Haaland dan tidak mungkin memasukkannya hanya dengan 1–2 transfer.
Kalau skuadmu sebenarnya masih sehat, enggak perlu mengorbankan WC hanya karena fixture GW3 terlihat bagus. Jadi, keputusan WC atau enggak tetap sangat bergantung pada kondisi skuad masing-masing.
Bagaimana dengan Free Hit dan Bench Boost?
Kalau melihat tren yang belakangan ramai di kalangan para manajer, enggak sedikit yang memilih menggunakan Free Hit (FH). Kalau diperhatikan, GW3 memang memiliki banyak pertandingan yang menarik memakai Chip ini, seperti Manchester City vs Coventry, Liverpool vs Ipswich, Brentford vs Sunderland, dan Newcastle vs Bournemouth. Lalu, ada pertandingan Arsenal vs Chelsea yang cukup sulit ditebak.
FH bisa sangat kuat apabila skuadmu saat ini misalnya terlalu banyak pemain Arsenal/Chelsea, tetapi sedikit atau bahkan tidak punya pemain Man City/Liverpool. Kamu bisa membangun satu GW berisi Haaland, Rayan Cherki/Phil Foden, penyerang Liverpool dan Brentford, aset Newcastle United, lalu kembali ke skuad awal setelah GW3.
Namun, Scout Pandit FPL menilai FH sebenarnya sulit dibenarkan pada GW3. Apalagi, FH di GW3 berarti kamu enggak bisa TC Haaland. Chip ini juga idealnya memang untuk kondisi ketika kita ingin mengubah skuad secara ekstrem hanya untuk satu Gameweek, terutama ketika terjadi Blank Gameweek (BGW), Double Gameweek (DGW), atau ketika ada kombinasi fixture yang sangat menguntungkan. Peluang tersebut sudah terlihat.
GW4 menjadi salah satu momen ideal penggunaan FH karena Chelsea menghadapi Hull City di kandang, sementara Manchester United harus menghadapi Manchester City. GW12 juga berpotensi menarik, ketika Arsenal menghadapi Manchester City. Jadi, menyimpan FH memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar.
Nah, kalau Bench Boost (BB) membutuhkan kondisi yang berbeda. Idealnya, keempat pemain cadangan kita mempunyai fixture bagus dan peluang bermain yang tinggi. Masalahnya, pada GW3 kita masih berada pada fase mencari pemain murah yang benar-benar aman menit bermainnya. Karena itu, jangan memaksakan BB hanya karena bangku cadangan kebetulan terlihat bagus.
Salah satu strategi yang lebih menarik adalah WC di GW6 (setelah jeda internasional) kemudian BB GW7. Dengan WC, kita bisa membangun skuad utama sekaligus menyiapkan empat pemain bench yang benar-benar layak dimainkan untuk proyeksi BB. Scout Pandit FPL juga melihat GW7 sebagai peluang menarik setelah WC GW6, karena beberapa tim memiliki jadwal kandang yang menjanjikan.
Jadi, Triple Captain vs Wildcard/Free Hit?
Bagi manajer yang sudah punya Haaland, kondisi skuad relatif sehat, dan tidak memiliki masalah struktural, rekomendasinya sederhana: Triple Captain Erling Haaland. GW3 menawarkan salah satu kesempatan terbaik pada paruh pertama musim dengan kombinasi ceiling tinggi + fixture ideal + pemain premium + kandang + lawan tim promosi. Peluang seperti ini enggak datang setiap pekan.
Perlu diperhatikan juga, Haaland masih ada dua pertandingan kandang lain melawan tim promosi pada paruh pertama musim: Ipswich Town di GW7 dan Hull City di GW16. Jadi, sebenarnya ada alternatif untuk menyimpan TC. Namun, jangan sampai strategi “menunggu fixture yang lebih bagus” malah membuat kita melewatkan jadwal yang sudah sangat bagus di depan mata.
Sementara, bagi manajer yang enggak memiliki Haaland, memiliki banyak pemain bermasalah, atau struktur skuadnya sudah berantakan, justru disarankan enggak memaksakan TC, misal ke Cherki, Foden, Antoine Semenyo, Josko GVardiol, atau bahkan ke pemain Liverpool misalnya. Gunakan transfer gratis untuk memperbaiki struktur dan mulai menyusun rencana menuju Wildcard GW6.
Setelah itu, lihat peluang Bench Boost GW7, sementara Free Hit bisa disimpan untuk GW4, GW12, atau Blank/Double Gameweek yang lebih jelas. Pada akhirnya, FPL bukan permainan tentang siapa yang paling cepat menghabiskan chip. Ini permainan tentang siapa yang paling tepat memilih momen.
Referensi:
https://www.premierleague.com/
https://www.fantasyfootballscout.co.uk/
https://www.fantasyfootballfix.com/
https://fpl.solioanalytics.com/
