Gameweek 1 sudah memberi gambaran awal tentang siapa yang layak dipertahankan dan yang masuk radar transfer. Namun, satu pekan tentu belum cukup untuk mengubah penilaian secara drastis. Untuk GW2, Pandit FPL kembali menyusun Scout Picks dengan mempertimbangkan kombinasi performa, fixture, potensi menit bermain, harga, team selected by (TSB), serta peluang menghasilkan poin dari gol, assist, clean sheet, dan kontribusi defensif.
Tantangannya bukan sekadar memilih pemain dengan performa terbaik pada GW1, melainkan menemukan komposisi yang punya potensi poin tinggi sekaligus tetap efisien secara harga dan jadwal. Manchester United dan Liverpool memiliki fixture menarik pada pekan ini, sementara beberapa pemain dari klub lain menawarkan peluang diferensial yang bisa jadi pembeda. Berikut draf Scout Picks Pandit FPL untuk GW2 2026/27, yang tentu masih dapat berubah mengikuti perkembangan berita cedera, rotasi, dan konfirmasi susunan pemain sebelum deadline.
GOALKEEPER
Robin Roefs (Sunderland, £5.0m)
Roefs jadi pilihan favorit karena jadwal Sunderland vs Fulham di kandang merupakan salah satu pertandingan yang paling menarik untuk mencari clean-sheet dari tim non-big-six. Roefs menjadi starter reguler Sunderland musim lalu dan sudah bermain 90 menit pada GW1 dengan peluang 92% untuk start GW2.
Menariknya, Roefs hanya dimiliki sekitar 4,1% manajer sehingga masih masuk kategori differential. Secara ekspektasi poin (xPts) Roefs berada di angka 4,25, tetapi kombinasi harga £5m + home fixture + keamanan posisi + ownership rendah, membuatnya lebih menarik daripada Bart Verbruggen yang harus bertandang ke Chelsea.
DEFENDERS
Virgil van Dijk (Liverpool, £6.5m)
Van Dijk adalah premium defender utama gameweek ini. Liverpool memang hanya mendapat satu poin di Newcastle, tapi underlying performance mereka sebenarnya menjanjikan dengan 27 tembakan dan 2,98 xG (expected goal). Kini mereka pulang ke Anfield dan bakal menghadapi Nottingham Forest. Van Dijk menjadi defender dengan proyeksi GW2 tertinggi, 4,94 poin.
Dari sisi minutes play, nggak perlu dipertanyakan karena ia merupakan pusat pertahanan Liverpool. Dengan TSB sekitar 19,6%, Van Dijk memiliki profil ideal untuk scout picks. Clean-sheet potential, defensive-contribution points, bonus, plus potensi gol dari bola mati. Liverpool juga memiliki salah satu fixture run terbaik setelah GW2.
James Justin (Leeds United, £4.5m)
Ini salah satu differential favorit. Justin baru dimiliki sekitar 0,7% dan sudah menunjukkan alasan mengapa layak diperhatikan: main 90 menit, clean-sheet, 12 defensive contributions dan 2 bonus points menghasilkan total 10 poin pada GW1. Itu bukan semata-mata haul karena gol/assist, ia memiliki floor dari sistem DefCon di FPL.
Lebih penting lagi, Leeds kini menjamu Brentford. Kombinasi defender Leeds-Brentford diidentifikasikan sebagai pasangan rotasi yang sangat menarik karena rangkaian jadwal awal relatif bersahabat. Justin juga diproyeksikan sebagai starter dan punya sedikit sekali ownership, sehingga upside-nya besar kalau Leeds kembali mencatat clean-sheet.
Trai Hume (Sunderland, £4.5m)
Hume salah satu pemain yang masih sangat layak kita eksplorasi. Harganya £4.5m dengan role yang jauh lebih ofensif. Ia dimainkan sebagai winger kanan dalam sejumlah pertandingan pramusim dan GW1, sehingga kita bisa mendapatkan potensi attacking points yang tinggi.
Jadwal GW2 juga sangat mendukung, Sunderland menjamu Fulham di Stadium of Light. Hume sudah terbukti menjadi starter dan ownership sekitar 11,2%, cukup rendah tapi menunjukkan bahwa para manajer mulai menangkap potensinya. Paling menarik tentu ceiling-nya. Kalau Sunderland clean-sheet, ia mendapat poin defender. Kalau kontribusi menyerangnya berlanjut, ia bisa mendapatkan poin gol/assist/bonus.
MIDFIELDERS
Bruno Fernandes (Manchester United, £12.0m)
Bruno adalah aset wajib sekaligus opsi kapten utama. Ia memang blank di GW1 ketika Manchester United kalah dari Hull, tapi angka individualnya justru sangat menarik: tiga chances created dan tiga peluang yang ia dapatkan sendiri. Ia ditempatkan sebagai pemain dengan xPts (expected points) tertinggi di GW2 dengan 6,15 poin.
Jadwalnya sangat ideal, melawan tim promosi, Ipswich di Old Trafford. Bruno memiliki peran sebagai eksekutor penalty, free-kick dan corner, sehingga jalur menuju poinnya jauh lebih banyak daripada sekadar open-play goal. Ownership sekitar 50% menjadikannya aset essential yang sulit diabaikan. Blank GW1 nggak mengubah underlying case.
Bryan Mbeumo (Manchester United, £8.0m)
Mbeumo jadi pasangan Bruno yang masih layak dipertahankan meski Man United blank di GW1. Proyeksi menempatkannya di 5,48 xPts (expected points), tertinggi kedua di antara semua pemain, dengan 2,79 expected attack points, bahkan sedikit di atas Bruno. Itu menunjukkan potensi goal involvement yang sangat besar.
Menariknya adalah harga £8m untuk pemain yang beroperasi sangat tinggi dalam sistem United. TSB sekitar 37% memang cukup tinggi, tapi mengingat lawannya Ipswich, dan Man United juga diperkirakan kembali menciptakan banyak possession serta attacking territory di Old Trafford, double-up Bruno-Mbeumo masih layak dipertimbangkan.
Dominik Szoboszlai (Liverpool, £7.0m)
Szoboszlai adalah salah satu pilihan paling aman di tengah. Ia mencetak penalti pada menit akhir di Newcastle dan yang lebih penting, mengambil seluruh corner dan free-kick Liverpool. Itu memberi tambahan jalur assist, bonus dan set-piece goal. Liverpool juga menghasilkan 2,98 xG (expected goal) di Newcastle.
Ownership sekitar 43% membuatnya cukup template, tapi justru menguatkan opsi untuk memilihnya. Szobo juga pemain dengan floor tinggi karena terlibat dalam banyak aspek permainan. Melawan Forest di Anfield bukan jadwal yang sempurna secara FDR, tapi Liverpool tetap memiliki salah satu attacking environments terbaik di GW2.
Christos Tzolis (Arsenal, £6.5m)
Tzolis dengan harga £6.5m, main untuk Arsenal, dan role-nya sangat tinggi di sisi kiri, membuatnya masih menarik dipilih. Ia datang ke Arsenal setelah musim luar biasa bersama Club Brugge: 17 gol + 23 assist di liga Belgia musim lalu. Pramusimnya juga sangat impresif dengan 1 gol dan 6 assist, termasuk dua assist melawan Manchester City di Community Shield.
GW1 sudah memberikan validasi. Tzolis mendapatkan 6 poin dan status minutes-nya terlihat cukup aman. Tzolis unggul dalam form, value dan security of playing time. Satu-satunya dilemma adalah memilih antara Martin Odegaard atau Tzolis untuk aset midfielder Arsenal di GW2 lantran ada di harga yang sama.
FORWARDS
Erling Haaland (Manchester City, £15.5m)
Haaland tetap wajib dipertahankan. Ia memang hanya menghasilkan 2 poin di GW1, tapi pertandingan itu justru memberikan sinyal positif karena ia melepaskan lima tembakan. Blank itu bukan alasan untuk menjualnya. Ia masih diproyeksi memiliki 5,12 xPts dan 14% peluang haul besar di GW2.
Lawan berikutnya adalah Crystal Palace, dan City tetap memiliki attacking ceiling yang sangat tinggi. Ownership Haaland sekitar 69%, menjadikannya pemain paling penting secara effective ownership selain Bruno. Nggak ada alasan untuk mengambil risiko tanpa Haaland hanya demi differential. Satu haul besar bisa mengubah rank secara drastis.
Joao Pedro (Chelsea, £7.5m)
Joao Pedro adalah salah satu pemain yang paling sulit diabaikan. Ia mencetak 11 poin pada GW1 dan sekarang memiliki ownership sekitar 66%, tapi ini bukan sekadar knee-jerk karena performanya memang menunjukkan role yang sangat menarik di lini depan Chelsea. Ia diberi 4,55 xPts, tertinggi di antara para penyerang selain Haaland.
Chelsea akan menjamu Brighton & Hove Albion, yang harus menjalani playoff UEFA Conference League pada Kamis-nya sebelum pertandingan Minggu. Faktor rest/rotation itu membuat matchup Chelsea semakin menarik. JoPed juga masuk dalam starting XI reguler Chelsea, sehingga untuk harga £7,5m lebih baik tetap membawanya ketimbang mengejar striker yang baru mendapat satu haul.
Dominic Calvert-Lewin (Leeds United, 6.0m)
DCL adalah kompromi budget yang sangat penting agar kita bisa mempertahankan Haaland + Bruno + Mbeumo. Ia memang hanya mencetak 1 poin di GW1, tapi jangan terlalu cepat membaca satu pertandingan. Musim lalu ia mengoleksi 142 FPL points dari 2.721 menit dan 15,57 xG (expected goal). Di Leeds ia juga memegang tugas sebagai algojo penalti.
Yang membuatnya tetap layak masuk adalah fixture run: Brentford (H), Brighton (A), Newcastle (H), Crystal Palace (H) setelah GW1. Leeds bukan tim dengan attacking ceiling setinggi Liverpool atau City, akan tetapi DCL punya minutes security dan penalty route. Nggak sedikit yang menempatkannya sebagai penyerang terbaik dalam hal value per million.
BENCH
Antonin Kinsky (GK, Tottenham Hotspur, £4.5m)
Kinský adalah pilihan kiper cadangan yang menarik dipertimbangkan. Spurs menjamu Newcastle pada GW2, dan Kinský sudah menjadi pilihan utama pelatih Roberto De Zerbi; yang menyatakan bahwa Kinský layak menjad pilihan utama. Ownership-nya sekitar 23%, jadi statusnya sudah cukup dipercaya pasar.
Untuk draft ini ia hanya ada di bench karena Roefs memiliki jadwal yang lebih oke. Tetapi jika ada masalah dengan Roefs menjelang deadline, Kinský adalah cadangan yang bisa langsung naik tanpa membuat struktur squad rusak.
John Egan (DF, Hull City, £4.0m)
Egan masuk rekomendasi defender cadangan karena profilnya cocok dengan sistem scoring baru: DefCon + aerial/set-piece threat. Premier League sendiri memasukkannya dalam daftar £4m defender yang cocok diletakkan di bench, dengan catatan rata-rata sekitar 10,1 CBIT (clearance, block, intercept, tackle) per 90 di Championship musim lalu.
Jadwal Hull bertandang ke Coventry, pertandingan dengan FDR 2, bagus untuk seorang cadangan ketiga atau keempat. Egan bukan pilihan utama starter karena kualitas Coventry membuat peluang clean-sheet lebih sulit dipastikan. Tapi, kalau salah satu starter kita nggak bermain, Egan memiliki floor yang cukup masuk akal dari defensive contributions.
Milan van Ewijk (DF, Coventry City, £4.0m)
Van Ewijk adalah bek cadangan dengan upside tertinggi dalam rekomendasi draft. Ia bermain 43 kali sebagai starter dari 44 pertandingan Championship musim lalu dan mencatat 8 assist, 5,92 xA dan 44 chances created. Itu statistik attacking yang sangat menarik untuk defender seharga £4m.
Lebih menarik lagi, ia menghadapi Hull di kandang. Karena itu, kalau ada pemain belakang kita yang tiba-tiba nggak bisa main, Van Ewijk bisa masuk tanpa terasa seperti cadangan darurat. Ia juga jauh lebih aman dari sisi minutes play dibanding banyak defender £4m lain.
Regan Slater (MF, Hull City, £4.5m)
Slater adalah slot terakhir yang paling dikompromikan. Ia main 90 menit pada GW1 dan memberikan assist. Ownership-nya sekitar 3–4%, dan GW2 membawa Hull menghadapi Coventry, jadwal yang secara FDR cukup menarik.
Namun, untuk keamanan jangka panjang, Hull masih memiliki kompetisi di lini tengah setelah beberapa perekrutan, dan beberapa memperkirakan minutes play Slater tidak terlalu tinggi. Jadi ia bagus sebagai cadangan keempat yang murah, tetapi jangan mengandalkannya sebagai pemain yang pasti masuk starting XI setiap pekan.
CAPTAIN & VICE CAPTAIN
Bruno Fernandes
Bruno tetap menjadi pilihan kapten utama untuk GW2. Manchester United memang mengecewakan ketika kalah dari Hull City, tapi performa individual Bruno justru menjanjikan. Ia memiliki tiga created chances sekaligus tiga peluang untuk dirinya sendiri. Menghadapi Ipswich Town di Old Trafford, lawan yang secara kualitas di bawah Man United, model proyeksi menempatkannya di antara kandidat dengan potensi poin tertinggi GW2. Jadi, dibanding terlalu cepat melakukan knee-jerk setelah blank di GW1, lebih baik percaya pada volume keterlibatan Bruno dan fixture-nya.
Erling Haaland
Haaland menjadi vice-captain yang relatif aman sekaligus alternatif kapten. Ia memang gagal mencetak gol pada GW1 untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Manchester City, tapi 5 tembakan yang dilepaskan menunjukkan bahwa peluang tetap datang. GW2 membawa City bertandang menghadapi Crystal Palace, dan Haaland tetap menjadi pemain dengan effective ownership sangat tinggi sehingga mengabaikannya membawa risiko besar terhadap rank.
DIFFERENTIAL
Mamadou Sangaré (MF, Brentford, £5,6m)
Sangaré adalah pilihan yang agresif. Ia hanya dimiliki sekitar 6.8% manajer, tapi sudah menunjukkan output yang sangat menarik pada awal musim dan berada di antara differential dengan proyeksi GW2 terbaik. Brentford memang harus bertandang ke Leeds, tapi pertandingan akan cukup terbuka dan Sangaré menawarkan kombinasi harga murah, keterlibatan menyerang, serta potensi poin dari kontribusi defensif.
Anton Stach (MF, Leeds, £6,0m)
Stach adalah differential yang menarik jika ingin mengambil risiko lebih besar di lini tengah. Ownership-nya sekitar 1,7%, tapi sudah menghasilkan 13 poin pada GW1 dan memiliki proyeksi sekitar 9 poin untuk GW2 menurut beberapa model. Leeds menjamu Brentford, fixture yang relatif tidak terlalu menakutkan. Stach tidak sepenuhnya bergantung pada gol atau assist; perannya memungkinkan dia mendapatkan tambahan dari kontribusi defensif.
Jack Hinshelwood (MF, Brighton, £6,0m)
Hinshelwood adalah opsi yang lebih berani. Ownership-nya sekitar 2%, tapi sudah mengumpulkan 16 poin dan berada di antara differential dengan proyeksi GW2 tertinggi. Brighton memang menghadapi Chelsea di Stamford Bridge, sehingga secara fixture jelas bukan pilihan yang aman. Namun, justru di situ daya tariknya. Hinshelwood memiliki potensi menyerang sekaligus kontribusi defensif dan tidak mengandalkan clean-sheet untuk return.
Ben White (DF, Arsenal, £5,5m)
White adalah differential yang lebih konservatif. Ownership-nya sekitar 5–6%. Situasi cedera di lini belakang Arsenal membuat peluang menit bermainnya relatif kuat. White juga sudah mengawali musim dengan 11 poin hasil satu assist, clean-sheet, dan bonus 2 poin. Fixture tandang melawan Aston Villa pada GW2 memang mengurangi potensi clean-sheet, tapi Arsenal memiliki kualitas pertahanan yang cukup untuk membuat White tetap menarik.
Bobby Thomas (DF, Coventry, £4.0m)
Thomas adalah differential menarik di harga £4.0m. Premier League menyorotnya sebagai salah satu opsi terbaik untuk GW2 karena Coventry menjamu Hull. Musim lalu di Championship ia menghasilkan 3 gol dan 4 assist, rata-rata defensive contributions sekitar 8,6 per 90. Fixture-nya juga ideal, salah satu pertandingan dengan FDR 2. Artinya Thomas punya dua jalur poin, clean-sheet dan DefCon, ditambah ancaman set-piece.
