Bagi banyak penggemar UEFA Champions League di Indonesia, mendukung tim favorit bukan hanya soal hasil pertandingan. Ada cerita lain yang sering luput dari perhatian, seperti kebiasaan menonton sendirian di tengah malam.
Perbedaan waktu membuat pertandingan Liga Champions kerap dimulai pukul dua hingga tiga pagi. Di saat sebagian besar orang terlelap dan tempat nongkrong sudah tutup, tidak sedikit fans yang akhirnya menikmati pertandingan dari layar pribadi, tanpa teman berbagi euforia.
Situasi ini bukan sekadar asumsi. Studi yang dilakukan Heineken® menunjukkan bahwa 57% penggemar kesulitan mengajak teman untuk menonton bersama, sementara 69% lainnya mengaku jadwal pertandingan sering berbenturan dengan aktivitas sehari-hari. Akibatnya, momen yang seharusnya penuh sorak sorai justru terasa lebih sepi.
Padahal, sepak bola dikenal sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan orang. Dari sekadar obrolan ringan soal pertandingan, hubungan baru bisa terjalin, bahkan dengan mereka yang sebelumnya tidak saling mengenal.
Berangkat dari realita tersebut, Heineken® menghadirkan kampanye “Fans Have More Friends” yang mencoba mengubah pengalaman menonton menjadi lebih kolektif. Bukan hanya menghadirkan pertandingan lebih dekat, tetapi juga membuka peluang bagi para fans untuk terhubung di luar lingkar pertemanan mereka.
“Sepak bola itu punya kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang. Tapi di Indonesia, masih banyak fans yang menikmatinya dalam circle kecil, apalagi dengan jam tayang dini hari dan terbatasnya tempat untuk kumpul,” ujar Kahfi Arif, Marketing Manager Heineken® Indonesia. “Lewat Fans Have More Friends, kami ingin bikin fans lebih mudah untuk berkumpul dan merayakan bola bareng-bareng.”
Upaya ini juga melanjutkan pendekatan Heineken® sebelumnya yang sempat menghadirkan Trophy Tour di Jakarta. Kini, fokusnya digeser dari sekadar mendekatkan trofi ke fans, menjadi mendekatkan fans satu sama lain.
Sebagai bagian dari kampanye ini, tujuh penggemar terpilih bersama Ganindra Bimo akan mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung final UEFA Champions League Final 2026 di Budapest. Sebuah pengalaman yang awalnya terasa personal, namun pada akhirnya menjadi momen kebersamaan bagi mereka yang dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap sepak bola.
Di tengah segala keterbatasan, sepak bola selalu menemukan cara untuk mempertemukan orang. Bahkan, dari layar kecil di dini hari.
