SCOUT PICKS GAMEWEEK 4 PANDIT FPL X HOOLIGANS

SCOUT PICKS GAMEWEEK 4 PANDIT FPL X HOOLIGANS
Font size:

Gameweek 4 Fantasy Premier League 2026/27 datang dengan satu pertanyaan besar: apakah sudah waktunya mengubah strategi setelah tiga pekan pertama? Fixture mulai memperlihatkan pola, beberapa pemain premium mulai menunjukkan konsistensi, sementara sejumlah nama murah justru mencuri perhatian lewat menit bermain dan kontribusi yang tak terduga. 

Dengan deadline Sabtu (12/9) pukul 19.30 WIB, Scout Picks Pandit FPL X Hooligans kali ini kembali mencoba meramu skuad terbaik dengan mempertimbangkan performa, fixture, potensi poin, keamanan menit bermain, hingga agenda pertandingan Eropa dan EFL Cup yang bisa membuka peluang rotasi. 

Dengan demikian, komposisi Scout Picks GW4 bukan hanya soal siapa yang punya fixture bagus, tetapi juga bagaimana mengantisipasi efek domino dari jadwal padat dan risiko rotasi yang mulai menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan FPL.

 

GOALKEEPER

David Raya (Arsenal, £6.0m)

Raya menjadi pilihan utama karena Arsenal bertandang ke Sunderland dengan salah satu profil clean-sheet terbaik di GW ini. Arsenal datang dengan fondasi pertahanan yang sangat kuat; Raya sudah mengoleksi 15 poin dalam tiga pertandingan dan menjadi salah satu kiper paling banyak dimiliki dengan ownership (TSB) 38,9%. Data proyeksi juga menempatkan Arsenal sebagai tim dengan peluang clean sheet tertinggi, sekitar 48%.

Ada sedikit risiko rotasi karena Arsenal menghadapi Napoli di Liga Champions pada Rabu malam, tetapi posisi penjaga gawang adalah salah satu yang paling aman dari rotasi. Raya juga tidak memiliki masalah fitness yang tercatat dalam snapshot terkini. Karena itu, saya lebih memilih Raya daripada mengejar performa awal Konstantinos Tzolakis yang sudah menghasilkan 26 poin tetapi harus bertandang ke Chelsea.


DEFENDER

Riccardo Calafiori (Arsenal, £5.7m)

Calafiori adalah kombinasi clean-sheet potential + attacking upside yang sangat menarik. Ia sudah mengumpulkan 22 poin, bermain penuh dalam tiga pertandingan, dan mempunyai TSB 47,8%. Yang lebih penting, dua attacking returns membuatnya jauh lebih menarik daripada sekadar bek Arsenal yang mengandalkan clean sheet.

Sunderland menjadi lawan yang cukup ideal, sementara Arsenal masih mempunyai struktur pertahanan terbaik di liga. Risiko utamanya adalah pertandingan Liga Champions melawan Napoli pada Rabu yang hanya sekitar tiga hari menuju laga Sunderland. Tapi Calafiori sejauh ini dikategorikan sebagai pemain yang sangat aman untuk menit bermain. Cristhian Mosquera memang tercatat memiliki keraguan fitness, tetapi itu justru membuat posisi Calafiori semakin menarik.

Maxim De Cuyper (Brighton, £4.8m)

De Cuyper adalah salah satu pick paling menarik dalam draft ini. Secara nominal ia bek, tetapi perannya masih sangat ofensif di sisi kiri Brighton karena cedera Kaoru Mitoma dan Yankuba Minteh. Ia bahkan tercatat sebagai bek dengan lima tembakan dan dua big chances pada awal musim dan telah mengoleksi 21 poin.

Fixture melawan Coventry juga sangat menarik: FDR Brighton hanya 2 dan Coventry belum memberikan banyak ancaman ofensif. Risiko utamanya adalah harga De Cuyper sudah naik dan TSB hampir 20%, sehingga statusnya bukan lagi differential murni. Namun dari sisi positioning, ia tetap salah satu value pick terbaik di FPL saat ini.

Semi Ajayi (Hull City, £4.1m)

Ajayi adalah pemain yang sengaja saya gunakan untuk menghemat budget. Secara FPL, performanya sejauh ini luar biasa untuk pemain £4.1m: 25 poin, form 8,3, 20 defensive-contribution points dan tiga clean-sheet points. Bahkan ia menjadi salah satu pemain dengan value terbaik, sekitar 6,10 poin per £1m.

Fixture-nya memang buruk karena Hull harus bertandang ke Chelsea, sehingga Ajayi bukan target clean sheet dalam XI ini. Ia lebih merupakan enabler yang tetap mempunyai kemungkinan mendapatkan defensive-contribution points. Dengan Hull belum kebobolan dalam beberapa pertandingan awal liga, Scout Pandit FPL tidak menganggapnya sebagai sekadar pemain “mati” seperti kebanyakan £4.0m defender.


MIDFIELDER

 

Cole Palmer (Chelsea, £9.6m)

Palmer adalah kandidat captain alternatif utama dan pemain Chelsea terbaik untuk GW ini. Chelsea menjamu Hull, memiliki FDR 2, dan proyeksi mencatat mereka sebagai tim dengan expected goals (xG) tertinggi GW ini, sekitar 2,59. Palmer juga sudah mencatat 21 poin dan sembilan tembakan di dalam kotak penalti, lebih dari dua kali jumlah tembakan Morgan Rogers.

Hal yang membuatnya semakin menarik adalah penalty duty dan posisi sebagai sumber kreativitas utama Chelsea. Chelsea memang bermain melawan Leeds di EFL Cup pada 9 September, sehingga perlu mengecek apakah Palmer bermain dan berapa menit, tapi Chelsea tidak bermain di kompetisi Eropa, sehingga risiko beban jadwal jangka menengah jauh lebih kecil. Jika Palmer mendapat menit terbatas di EFL Cup, justru semakin nyaman menjadikannya kapten.

Vitaly Janelt (Brentford, £5.0m)

Janelt punya profil cukup lengkap untuk pemain £5,0 juta. Ia menjadi starter dalam tiga laga dan selalu bermain 90 menit. Dari tiga pertandingan, Janelt mengoleksi 21 poin, dua gol, dan 11–12 defensive contributions. Ia juga terlibat dalam situasi bola mati sebagai opsi ketiga Brentford. Dengan ownership sekitar 1–2%, Janelt sekaligus memberi keuntungan sebagai differential yang sangat murah.

Laga away ke Bournemouth memang kurang ideal, tetapi model proyeksi masih menempatkan Janelt di kisaran 3,9–5,9 poin. Dia memiliki kombinasi form 7,0 poin per pertandingan, 100 persen menit bermain, harga £5,0 juta, dan jalur poin yang tidak hanya bergantung pada gol atau assist. Memang, underlying numbers-nya belum cukup kuat untuk menganggap dua gol awal musim sebagai sesuatu yang sustainable. XGI-nya hanya sekitar 0,27 per 90, sehingga Janelt lebih tepat dilihat sebagai value pick dengan floor cukup aman dan upside bonus/defcon, bukan pemain yang harus dibeli mati-matian.

Morgan Rogers (Chelsea, £7.6m)

Rogers merupakan salah satu pemain yang menarik untuk GW ini karena memberikan exposure ke Chelsea tanpa membayar harga Palmer. Ia sudah mengumpulkan 19 poin dan yang lebih penting, menjadi salah satu dari hanya dua midfielder/forward yang mencetak atau membuat assist dalam tiga Gameweek pertama.

Chelsea juga mempunyai fixture yang jauh lebih bagus daripada kebanyakan klub. Rogers tidak mengambil penalti seperti Palmer, tetapi sembilan tembakan di kotak penalti Palmer dibanding empat miliknya menunjukkan mengapa Palmer tetap lebih superior. Rogers sendiri tetap menawarkan kombinasi harga, role dan minutes yang sulit diabaikan.

Kiernan Dewsbury-Hall (Everton, £6.5m)

Dewsbury-Hall adalah keputusan yang sedikit lebih agresif dibanding memasukkan Bruno Fernandes atau Martin Ødegaard. Ia sudah mencetak gol dan 11 poin pada GW1 dan masuk dalam kategori value picks yang menarik untuk jangka menengah. Everton juga mendapatkan rangkaian pertandingan yang cukup baik setelah GW ini, termasuk laga melawan Ipswich dan Hull pada GW5 dan GW6.

Scout Pandit FPL tetap menempatkannya sebagai pemain nomor delapan dalam prioritas karena fixture melawan Spurs lebih sulit dibaca daripada Chelsea, Liverpool atau Arsenal. Namun dari perspektif medium-term Scout Picks, ia memberi struktur harga yang memungkinkan kita memiliki Erling Haaland, Alexander Isak, Palmer, Gakpo dan João Pedro sekaligus. Itu alasan utamanya ia masuk XI, bukan semata mengejar satu haul.


FORWARD

Erling Haaland (Man City, £15.5m)

Haaland tetap menjadi captaincy pick paling aman secara struktur FPL. Ia sudah mencetak 24 poin, memiliki form 8,0, tiga attacking returns dan sekitar 71,2% ownership. Manchester City juga sudah membuktikan bahwa Haaland tetap menjadi pusat serangan di bawah Enzo Maresca.

Memang, fixture melawan Manchester United bukan ideal (FDR 4) dan itu alasan tidak menganggapnya kapten wajib”. Namun, City baru menang atas Porto pada Selasa berkat dua gol Haaland dan ada sekitar lima hari menuju derby pada Minggu. Man United juga sudah kebobolan dua gol di masing-masing pertandingan awal. Dengan keamanan menit dan volume peluang Haaland, ceiling-nya tetap sangat tinggi.

Alexander Isak (Liverpool, £9.1m)

Isak adalah pick yang sangat menarik karena ia telah mencetak 23 poin dari tiga pertandingan, termasuk 13 poin pada pertandingan terakhir, dengan tiga gol dan 2,35 xGI. Ia juga sudah bermain tiga kali sebagai starter dan dikategorikan “nailed” dalam data minutes-risk terbaru.

Laga melawan Fulham menjadi salah satu fixture yang paling menarik untuk striker premium Liverpool. Risiko utamanya adalah Liverpool menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions pada Rabu, hanya sekitar tiga hari sebelum bertemu Fulham. Namun jika Isak menjadi starter di Liga Champions, Scout Pandit FPL masih cenderung mempertahankan karena profilnya sebagai striker utama dan volume peluangnya. Jika ternyata ada indikasi rotasi menjelang deadline, Yoane Wissa (£6.2m) adalah downgrade yang paling logis.

Joao Pedro (Chelsea, £7.7m)

João Pedro tetap sulit dikeluarkan dari Scout Picks karena ownership-nya mencapai sekitar 72,4%, sementara sudah menghasilkan 21 poin. Chelsea menghadapi Hull City di kandang, fixture dengan FDR 2 dan expected goals tertinggi di antara semua tim menurut beberapa model yang tersedia.

Namun ada satu catatan besar: João Pedro sudah menghasilkan empat attacking returns dari sekitar 2,03 xGI, sehingga ia overperforming secara signifikan. Artinya, jangan menganggap return berikutnya otomatis datang hanya karena form. Meski demikian, role dan fixture membuat Scout Pandit FPL tetap mempertahankannya, apalagi Chelsea tidak bermain di kompetisi Eropa.


BENCH

Martin Dúbravka (GK, Spurs, £4.0m)

Dúbravka menjadi backup goalkeeper terutama karena harganya sangat murah dan ia memiliki kemungkinan starter yang cukup baik untuk Spurs. Fixture Everton di kandang juga jauh lebih playable dibandingkan beberapa pilihan £4.0m lain.

Ia tidak diprioritaskan untuk dimainkan karena Raya memiliki kombinasi clean-sheet odds dan kualitas pertahanan yang lebih kuat. Dúbravka adalah insurance, bukan target poin utama. TSB-nya sekitar 17,8%, tetapi sejauh ini baru menghasilkan minimal poin.

Issa Diop (DF, Ipswich, £4.0m)

Diop merupakan bench enabler yang sangat murah dengan TSB sekitar 14,8%. Ia sudah menjadi starter dan mempunyai fixture tandang melawan Crystal Palace. Karena Palace memiliki masalah pertahanan sendiri dan bukan tim yang sedang sangat dominan, Diop masih mempunyai kemungkinan mendapatkan defensive-contribution points.

Tetapi tak ada opsi memainkannya di atas tiga bek utama. Tujuan utamanya adalah memastikan kita mempunyai pemain £4.0m yang benar-benar punya kemungkinan bermain, bukan pemain yang hanya duduk di bench tanpa jalur menit bermain.

Bobby Thomas (DF, Coventry, £4.0m)

Thomas adalah budget enabler yang memiliki status starter dan sudah menghasilkan defensive-contribution points. Coventry menghadapi Brighton, sehingga clean sheet bukan skenario utama yang diincar, tetapi harga £4.0m membuatnya ideal sebagai pemain nomor tiga di bench.

Yang menarik, Thomas telah memperoleh empat DefCon points dalam tiga Gameweek awal, jumlah yang sama dengan Kristoffer Ajer dan termasuk yang tertinggi di antara defender. Jadi, apabila terjadi masalah menit bermain pada salah satu starter, Thomas bukan auto-sub yang buruk.

Morgan Gibbs-White (MF, Forest, £7.9m)

Gibbs-White merupakan salah satu pemain yang punya potensi menjadi differential menarik. Ia dibanderol £7,9 juta dengan kepemilikan sekitar 9,4 persen, sudah mengoleksi 18 poin dan mencatat xGI/90 sekitar 0,50. Perannya sebagai distributor bola mati dan pemain kreatif utama Forest membuatnya tetap memiliki beberapa jalur menuju poin FPL.

Fixture GW4 memang kurang bersahabat. Forest harus bertandang ke Aston Villa, yang diberi FDR 4, dan proyeksi GW4 Gibbs-White hanya sekitar 4,1 poin. Menariknya, setelah laga GW4, Forest menghadapi Coventry di kandang pada GW5 dan Crystal Palace pada GW6, sehingga Gibbs-White justru merupakan pemain yang bisa segera naik prioritas untuk dimainkan pada pekan-pekan berikutnya.. 


CAPTAIN & VICE CAPTAIN

Alexander Isak (C)

Isak memiliki fixture yang secara teori lebih menguntungkan, melawan Fulham di Anfield, dan sudah menghasilkan tiga gol dalam dua pertandingan terakhirnya. Jika ingin bermain sedikit lebih agresif, Isak bahkan bisa dijadikan kapten menggantikan Haaland.

Cole Palmer (VC)

Palmer adalah captain differential terbaik. Chelsea vs Hull merupakan salah satu fixture terbaik GW ini, ia mengambil penalti dan Chelsea tidak bermain di kompetisi Eropa. Jika Palmer tidak mendapatkan menit besar dalam EFL Cup melawan Leeds, saya akan menaikkan Palmer menjadi opsi captain nomor satu.

Erling Haaland (Captain Alternatif)

Haaland masih menjadi pilihan captain alternatif karena kombinasi minutes security + volume peluang + ownership protection + ceiling. Walaupun melawan Manchester United adalah fixture FDR 4, City hanya memiliki jeda lima hari setelah bersua Porto di Liga Champions dan Haaland praktis merupakan starter otomatis.


DIFFERENTIAL

Keane Lewis-Potter (MF, Brentford, £5.5m, TSB 2.2%)

Lewis-Potter hanya dimiliki sekitar 2,2% dan sudah menghasilkan 18 poin. Ia memang tidak memiliki ceiling setinggi premium midfielder, tetapi profilnya cocok untuk manager yang membutuhkan pemain murah dengan potensi attacking return dan minutes.

Phil Foden (MF, Man City, £7.0m, TSB 4.7%)

Foden adalah differential paling menarik dari sisi ceiling. Ownership-nya masih sekitar 4–5%, tapi ia berada dalam skuad City yang punya volume serangan tinggi. Masalahnya adalah menit bermain dan kompetisi dengan Cherki/Semenyo/Ndiaye. Tapi satu start di Old Trafford bisa membuatnya sangat berbahaya bagi rank.


Referensi:

https://www.premierleague.com/

https://www.fantasyfootballscout.co.uk/

https://thefootballmatrix.com/fpl/ 

https://fpl.solioanalytics.com/ 

https://fpl.jammythings.com/

https://fpl-template.com/

https://fpldigest.com/

https://premprojections.com/fpl/

 

https://fantasyfootballiq.app/

 

Ada Kutukan di Liga Champions Format Baru?
Artikel sebelumnya Ada Kutukan di Liga Champions Format Baru?
Artikel selanjutnya
Artikel Terkait