Gema Keraguan Bobotoh Terhadap Ramon Tanque

Gema Keraguan Bobotoh Terhadap Ramon Tanque
Font size:

Ramon Tanque terus dihantui bayang-bayang keraguan Bobotoh. Performanya dianggap masih jauh dari kata memuaskan setelah semusim berseragam Persib Bandung. Penyerang asal Brasil tersebut gagal memenuhi ekspektasi yang disematkan. Tak heran ia terus kebanjiran kritik.

Persib melakukan perombakan besar pascameraih gelar back to back juara Super League pada musim 2024/25. Sejumlah pemain kunci dilepas. Termasuk salah satunya David da Silva yang sebelumnya menjadi mesin gol Maung Bandung. Total ia telah mencatatkan 74 gol di berbagai ajang. Pada musim terakhirnya bersama Persib, ia hanya mampu mengoleksi 11 gol karena dililit cedera.

Meski beberapa kali absen, ketajamannya tidak pernah luntur ketika mendapat kesempatan bermain. Hingga akhirnya David da Silva resmi berpisah setelah memperkuat Persib selama empat musim. Tentu ini jadi kehilangan besar untuk Bobotoh yang sudah terlanjur jatuh cinta. Mereka pun mulai bertanya-tanya sosok siapa yang bakal menggantikan peran DDS. Apalagi sang pemain meninggalkan benchmark yang membuat para Bobotoh berekspektasi tinggi.

Akhirnya sosok yang ditunggu-tunggu pun datang. Kala itu, Persib memperkenalkan Ramon Tanque sebagai juru gedor baru, yang digadang-gadang bakal jadi pengganti sepadan DDS. Secara postur, ia memiliki kemiripan dengan DDS. Tak ayal ekspektasi tinggi langsung disematkan oleh Bobotoh di pundak sang pemain. Apalagi, Ramon didatangkan dari Visakha FC dengan menyandang status sebagai top skor Liga Kamboja 2024/25, berkat torehan 21 gol dari 28 penampilan.

Ramon baru debut bersama Pangeran Biru pada pekan kelima Super League 2025/26, saat menghadapi Persebaya. Sebab ia sempat mengalami cedera tulang iga, pada pramusim saat bermain di Piala Presiden 2025. Setelah debut, ia terus mendapat kepercayaan dari Bojan Hodak yang saat itu masih mengarsiteki Persib. Namun, gol yang ditunggu tak kunjung hadir.

Di sinilah awal keraguan Bobotoh muncul. Meski akhirnya, gol yang ditunggu-tunggu hadir pada laga tunda pekan keempat Super League 2025/26 melawan Borneo FC. Ia menyumbang satu gol pada laga yang berkesudahan 3-1 untuk kemenangan Persib tersebut, setelah menyambut umpan silang Beckham Putra dengan tandukan kepala. Bobotoh pun menyambut suka cita kemenangan tersebut. Terlebih, Ramon akhirnya bisa melepas dahaga suporter yang sudah sedari lama menanti gol perdananya.

Hal tersebut jadi angin segar sekaligus sedikit menjawab keraguan Bobotoh. Apalagi, setelahnya ia mencetak brace saat menang lawan Bhayangkara FC di pekan 15. Tetapi keraguan kembali muncul, setelah keran gol pemain berusia 28 tahun tersebut mulai tersendat pascalaga melawan Bhayangkara FC. Hingga akhir musim 2025/26 Ramon hanya mampu mencatatkan 9 gol dari 36 penampilannya di berbagai kompetisi.

Catatan tersebut bahkan cukup timpang dibandingkan dengan raihan striker lain, Andrew Jung. Walaupun datang pada batch kedua belanja pemain Persib, penyerang asal Prancis itu justru lebih produktif dengan mengoleksi 16 gol. Membuatnya jadi top skor tim pada musim tersebut.

Memasuki bursa transfer, Bobotoh mulai menerka-nerka masa depan Ramon. Apalagi penampilannya selama satu musim dianggap masih jauh dari kata memuaskan. Mereka justru dibuat terkejut dengan hengkangnya Andrew Jung ke klub Vietnam, Hanoi FC. Karena secara statistik ia lebih produktif ketimbang Ramon.

Menariknya, Persib di bawah kepelatihan Igor Tolic justru mengikat pemain bernomor punggung 98 tersebut selama dua tahun hingga 2028. Keputusan tersebut menjadi pertanyaan besar di mata Bobotoh. Pasalnya, setelah satu musim, sang pemain masih belum bisa memenuhi ekspektasi mereka.

Tak ayal keraguan Bobotoh kepada pemain yang dijuluki El Anaconda itu terus menggema. Puncaknya di ajang Piala Presiden 2026. Selama turnamen pramusim tersebut, ia hanya mampu mencetak satu gol di partai final melawan Persebaya. Itu pun lewat drama adu penalti, bukan open play.

Belum lagi hadirnya striker anyar asal Montenengro, Balsa Sekulic yang langsung menunjukkan ketajamannya dengan menorehkan 3 gol selama Piala Presiden 2026. Secara tidak langsung, kondisi ini membuat posisi Ramon semakin terusik. Ditambah lagi, jumlah pemain asing Persib saat ini sudah melebihi kuota untuk Super League. Artinya akan ada satu nama yang berpotensi jadi tumbal. Kondisi ini pun semakin membuat posisi Ramon semakin terdesak.

Bobotoh pun semakin gencar memberikan kritik kepada sang pemain. Nada sumbang yang dilayang kepada Ramon cukup bising di media sosial. Sampai skuad Maung Bandung menjalani pemusatan latihan di Pulau Dewata, Bali. Ini seharusnya jadi momen titik balik sang pemain. 

Ramon awalnya berharap menjadikan agenda training camp (TC) ini sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya layak pertahankan dan mendapat tempat di tim utama. Namun faktanya, nama dan nomor punggung Ramon tak ada di dalam daftar yang diumumkan Persib dalam menyambut musim baru. Usut punya usut, Persib berniat meminjamkan Ramon ke klub lain pada musim ini.

Jika demikian, masa depan Ramon di Persib menjadi abu-abu. Kontrak yang mengikat sampai 2028 membuatnya masih punya kesempatan untuk bangkit. Apalagi jika momen peminjaman bisa dimanfaatkan betul dengan menampilkan performa apik. Tengok saja Tyrone Delpino, yang juga sempat dipinjamkan ke klub lain sebelum balik ke Persib dan menjadi pemain terbaik.


Penulis: Filza Fitriadhi (filzafitriadhi - Instagram)

Paket Aturan Baru Resmi Diberlakukan di Kompetisi Liga Inggris 2026/27
Artikel sebelumnya Paket Aturan Baru Resmi Diberlakukan di Kompetisi Liga Inggris 2026/27
Artikel selanjutnya
Artikel Terkait