Visa, Politik, dan Sepak Bola: Saat "Keep Politics Out" Berlaku Sepihak
30 Jun 2026Sejauh mana prinsip netralitas olahraga benar-benar dihormati, atau hanya digunakan sebagai alasan untuk membenarkan tindakan politik yang merugikan pihak lain?
Sejauh mana prinsip netralitas olahraga benar-benar dihormati, atau hanya digunakan sebagai alasan untuk membenarkan tindakan politik yang merugikan pihak lain?
Keberhasilan Norwegia kembali ke Piala Dunia berakar pada reformasi pembinaan pemain muda yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.
Pada Piala Dunia 2026, kita tidak hanya menyambut sebuah turnamen empat tahunan biasa. Kita menyaksikan transformasi terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Menjelang Piala Dunia 2026, La Celeste menghadapi persoalan yang berbeda. Regenerasi yang selama ini dibicarakan tampak belum berjalan sepenuhnya.
Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada bukan sekadar turnamen rutin empat tahunan. Edisi ini menandai fajar baru dalam sejarah sepak bola modern.
Entah kebetulan atau tidak, ternyata di Italia sendiri ada sebuah sindrom yang biasa dikenal dengan istilah Mammoni atau yang memiliki arti "anak mama".
Peluit panjang laga final yang digelar ibu kota Hungaria memang telah dibunyikan. Namun "babak perpanjangan" masih saja terus bergulir.
Eksostensi Persib adalah salah satu contoh fenomena sosial yang menarik. Klub ini hadir sebagai entitas yang punya peran melebihi sebuah tim olahraga.
Ada banyak cara sebuah tim menjadi juara. Sebagian memastikan gelar lewat dominasi mutlak sejak awal musim, sebagian lagi melalui drama hingga pekan terakhir kompetisi.
Persipura Jayapura adalah potret dari jejak harapan setiap anak-anak di Papua. Lebih dari sekadar institusi olahraga, klub ini perlahan telah bermutasi menjadi ruang eksistensial bagi masyarakat Papua.