AFC sedang menyiapkan Nations League dua tahunan yang rencananya mulai berjalan pada 2030. Ini bukan sekadar kompetisi baru untuk menggantikan laga persahabatan. Nations League akan diintegrasikan langsung dengan kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia. Artinya, satu kompetisi bisa menjadi mesin utama kalender sepak bola tim nasional Asia.
- Nations League → Juara & Promosi-Degradasi
- Nations League → Lolos ke Piala Asia
- Nations League → Lolos ke Piala Dunia
47 Negara Dibagi Tiga Kasta
Seluruh 47 anggota AFC akan dibagi menjadi tiga tier (kasta). Tim akan ditempatkan dalam sejumlah pot, kemudian lawan dan jadwal disusun dengan sistem yang bertujuan menghasilkan pertandingan yang lebih seimbang.
- Tier 1: 18 negara
- Tier 2: 18 negara
- Tier 3: 11 negara
Tak Ada Sekat Antar-Zona
Perubahan paling mendasar adalah hilangnya sekat regional. Tidak lagi dibagi zona Timur, Barat, atau kawasan regional. Jepang bisa bertemu negara dari Asia Barat, Indonesia bisa mendapatkan lawan dari kawasan yang berbeda dalam satu siklus. AFC melihat format zonal memiliki persoalan ketimpangan jumlah negara dan kualitas lawan. Dengan sistem baru, pertandingan diharapkan lebih kompetitif sekaligus memberikan paparan terhadap gaya sepak bola yang lebih beragam.
Dua Jalur, Satu Kompetisi
Dalam edisi yang terhubung dengan Piala Asia, khususnya Piala Dunia, Nations League berubah dari kompetisi biasa menjadi arena kualifikasi.
Kualifikasi Piala Asia
- Tier 1: Enam pertandingan (3 kandang & 3 tandang)
- 18 tim Tier 1 + 6 tim terbaik Tier 2 lolos ke Piala Asia
Cara Menuju Piala Dunia
Pada edisi Piala Dunia pertama yang direncanakan pada musim 2032–33, 10 besar Tier 1 masih memiliki jalur menuju Piala Dunia, 8 negara terbawah tidak.
Kualifikasi Piala Dunia:
- Tier 1: 12 pertandingan (6 kandang & 6 tandang)
- 6 tim teratas langsung lolos ke Piala Dunia
- Peringkat 7-10 playoff mini-league (2 teratas lolos, peringkat 3 playoff antarkonfederasi)
Tetap Punya Juara
AFC Nations League tidak berhenti setelah urusan kualifikasi Piala Asia atau Piala Dunia selesai. AFC mencoba membuat kompetisi ini punya dua fungsi: menentukan tiket turnamen besar sekaligus menghasilkan juara.
- 8 tim terbaik Tier 1 lolos ke fase gugur
- Perempat final dimainkan kandang-tandang
- Semifinal dan final di venue terpusat
Promosi dan Degradasi
Sistem naik-turun kasta juga menjadi bagian penting.
- Dua tim teratas Tier 2 dan 3 promosi otomatis
- Dua tim terbawah Tier 1 dan 2 terdegradasi
Masih ada playoff tambahan antara kelompok papan atas tier bawah dan papan bawah tier atas. Jadi posisi klasemen tetap berarti bahkan ketika sebuah negara sudah tidak lagi mengejar tiket Piala Dunia atau Piala Asia.
Penentuan Kasta Bukan Sekadar Ranking FIFA
AFC tidak langsung menerapkan sistem tersebut. Ada rencana pilot pada 2028–29 untuk menentukan komposisi awal tier. Menariknya, penentuan awal itu direncanakan memakai hasil kualifikasi gabungan pendahuluan, bukan sekadar ranking FIFA. Pilot itu pun masih mempertahankan struktur kualifikasi Piala Dunia yang lebih familiar. Artinya, 2028–29 bukan sekadar pemanasan, tapi jembatan untuk menentukan siapa yang akan bermain di kasta tertinggi.
Potensi untuk Indonesia
Hal terpenting, belum tepat mengatakan Indonesia pasti masuk Tier 1 atau Tier 2 hanya berdasarkan ranking FIFA saat ini. Dalam proposal, komposisi awal akan ditentukan melalui hasil fase transisi 2028–29. Ini membuat performa Indonesia dalam beberapa tahun ke depan menjadi sangat penting. Bukan hanya untuk mengejar ranking atau trofi, tapi untuk memastikan Indonesia berada di kasta yang memberi jalan paling realistis menuju Piala Dunia.
Kemudahan atau Eksklusivitas?
Dari sudut pandang kompetisi, gagasan ini menarik. Lebih sedikit uji tanding tanpa makna, pertandingan lebih kompetitif, kalender lebih teratur, dan promosi-degradasi memberi insentif bagi semua tim. Tapi, apakah sistem ini benar-benar membuka jalan bagi negara berkembang, atau justru mengunci Piala Dunia di kasta teratas? Jika 8 tahun dibutuhkan sebuah negara dari Tier 3 untuk mencapai Tier 1, Nations League bisa jadi alat pengembangan, sekaligus tembok baru bagi negara kecil.
