Menonton J League untuk Pola Hidup Lebih Sehat dan Tayangan yang Baik

Menonton J League untuk Pola Hidup Lebih Sehat dan Tayangan yang Baik
Font size:

Mencari tontonan sepak bola akhir pekan, khususnya bagi masyarakat Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Sepak bola dunia, khususnya yang berasal dari Eropa, baru akan memulai acaranya pada jam tujuh malam dan biasanya berakhir pada tengah malam. Di beberapa negara khusus seperti Italia, tayangan sepak bola selalu mendekati waktu Subuh bagi masyarakat Indonesia. Meski bagus sebagai motivasi melaksanakan salat malam atau tahajud, hal ini tentu akan berlawanan bagi orang–orang yang ingin hidup sehat dengan menerapkan tidur yang cukup.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu untuk mencari tontonan sepak bola, tentunya selain Liga Indonesia, yang sesuai dengan jam sehat, sehingga mendapatkan hiburan olahraga yang menarik menjelang tidur. Selain itu, masyarakat Indonesia tentu ingin melihat sepak bola dengan taktik yang rapi, kualitas rumput yang baik, dan keseruan yang tidak kalah dengan Eropa.

Dari kriteria tersebut, maka pilihan terbaik jatuh pada Liga Sepak bola Jepang atau J League. Liga Jepang, memenuhi semua kriteria untuk menjadi tontonan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menonton kualitas sepak bola baik serta rapi, namun tentu di jam yang sehat.

J League, biasanya tayang pada jam yang relatif cocok untuk jam Indonesia. Menurut informasi dari website resmi, pertandingan akan dimulai di Indonesia pada pukul setengah enam sore, tepat saat jam salat Magrib bagi wilayah Surabaya dan sekitarnya atau beberapa jam sebelum untuk Jabodetabek. Sehingga, tontonan Liga Jepang akan sangat cocok dinikmati setelah salat Magrib, makan malam dan bisa menjadi tontonan yang tepat di akhir pekan sebelum menikmati weekend bersama pasangan dan keluarga. Jam pertandingannya juga pas di antara pertandingan di Liga Indonesia yang biasa dimulai pukul tiga sore atau tujuh malam. Artinya, dengan jam yang nyaman bagi masyarakat Indonesia, waktu tidur akan lebih bisa diatur lebih sehat karena hiburan sepak bola sudah dinikmati.  

Menonton Liga Jepang juga akan membuat mata nyaman jika bosan dengan Liga Indonesia yang penuh drama, permainan yang membosankan, serta fasilitas yang kurang baik. Sebagai percontohan sepak bola di Asia, Jepang memiliki jadwal pertandingan yang rapi, lapangan yang baik, taktik yang apik dan pemain–pemain yang bagus. Dengan kata lain, kualitas sepak bola Jepang sudah sangat baik sehingga kita tidak boleh malu untuk belajar dari menonton Liga Jepang.

Liga Jepang juga memiliki kriteria yang berbeda dan menjadi ciri khas tersendiri serta tidak dimiliki oleh liga lain, bahkan Liga Indonesia sekali pun. Liga Indonesia dan Liga Eropa menerapkan sistem langganan berbayar untuk menonton pertandingan secara streaming bagi yang tidak memiliki televisi yang menayangkan pertandingan. Sedangkan Liga Jepang membebaskan aturan langganan tersebut. Maksudnya adalah, kita bisa menonton Liga Jepang secara gratis di Youtube resmi. Kita bisa melihat aksi dari gilanya suporter Urawa Red Diamonds, rivalitas sekota antara Gamba dan Cerezo Osaka serta Tokyo Verdy dan FC Tokyo, atau melihat aksi Sebastian Haller di Sanfreece Hiroshima secara gratis. J League menyajikan permainan yang menghibur tanpa kita perlu mengakses dan membayar bulanan di layanan streaming.

Dari tayangan secara cuma–cuma ini menjadi jawaban mengapa pemain berusia matang yang biasanya sudah kesulitan untuk merantau dari tempat tinggalnya, bisa mendapatkan kesempatan untuk merantau ke Eropa. Pasalnya, pihak klub peminat tidak perlu jauh–jauh datang ke Jepang untuk melihat talenta yang mereka incar. Salah satu contohnya adalah Ken Masui yang merantau pertama kali saat usia telah mencapat 25 tahun untuk bermain dengan KV Beerschoot di Challenger Pro League Belgia. Saat ini, ia kembali ke Belgia untuk bermain di Jupiler Pro League bersama KV Kotrijk.

Dari sini, dapat diketahui mengapa Liga Jepang bisa dijadikan sebagai kompetisi domestik terbaik di Asia. Mereka menyajikan tayangan yang sehat bagi masyarakat di Asia, taktik yang menarik, dan hal itu mereka berikan secara cuma–cuma. Sehingga, menjadikan penikmat sepak bola Asia mendapatkan hiburan olahraga secara cuma–cuma serta memudahkan para pemandu bakat mendapatkan pemain berkualitas dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Persib, Mindfulness, dan Seni Mengontrol Momen
Artikel sebelumnya Persib, Mindfulness, dan Seni Mengontrol Momen
Artikel selanjutnya
Artikel Terkait