Terombang-ambing seperti Kapal Uap: Pergolakan Hertha Berlin
06 Nov 2020Berlin sejatinya adalah subjek pinggiran dalam kancah persepakbolaan Jerman. Perkembangan klub ibukota terhambat oleh krisis, perang, dan kontrol politik berkepanjangan.
Berlin sejatinya adalah subjek pinggiran dalam kancah persepakbolaan Jerman. Perkembangan klub ibukota terhambat oleh krisis, perang, dan kontrol politik berkepanjangan.
Sempat beberapa kali mengalami masalah finansial, Union Berlin tetap hidup berkat voluntarisme para suporter.
Chris Richards tampil mengesankan di start pertamanya bersama Bayern Muenchen. Menilik jadwal padat Die Roten, Richards berpeluang mendapat menit bermain lebih dan menjadi penantang serius untuk posisi bek kanan.
Gareth Bale, Theo Walcott dan Nathaniel Clyne kembali dari perantauan ke klub yang membesarkan mereka. Kepindahan ini tidak sekedar kepindahan biasa karena ada aspek psikologis yang membuat mereka seperti pulang ke rumah dari perantauan yang panjang.
Youssoufa Moukoko, yang baru berusia 15 tahun, mencetak 141 gol dalam 88 pertandingan tim muda Dortmund. Catatan itu cukup untuk membuat pelatih mana pun mendaftarkannya di tim utama.
Andrej Kramaric berpeluang menambah pundi-pundi golnya saat menghadapi Union Berlin. Sempat mencetak enam gol dari tiga laga, Kramaric harus absen dalam empat pertandingan karena positif COVID-19.
Ole Gunnar Solskjaer akan menghadapi tantangan berat di laga keseratusnya sebagai kepala pelatih Manchester United. Di lain sisi, Mikel Arteta akan menyamai catatan Herbert Chapman andai mampu mengalahkan Manchester United.
Dengan kepergian Kai Havertz dan Kevin Volland, Leon Bailey "dipaksa" berkembang menjadi pemain penting Bayer Leverkusen.
Di industri sepakbola yang sangat berorientasi kepada hasil, tak banyak klub mempercayai pelatih untuk jangka waktu yang panjang. SC Freiburg adalah pengecualian: mereka tak memecat Christian Streich bahkan saat terdegradasi ke Bundesliga 2.
Bermain sebagai penyerang, alih-alih sebagai bek seperti sang ayah, menjadi salah satu bukti bahwa Marcus Thuram punya jalannya sendiri. Bersama Borussia Moenchengladbach, ia ingin merawat mimpi.