Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Agar Akuisisi Tidak Sekadar Jalan Pintas Berlaga di Divisi Teratas

Istilah klub siluman bukan lagi hal baru dalam sepakbola Indonesia. Mereka adalah barisan yang mengakusisi kepemilikan sebuah klub, lalu mengubah identitasnya secara keseluruhan; nama, warna, tempat, logo, hingga sejarah jika perlu.

Drama-drama Terbaik Babak 16 Besar Liga Champions 2018/19

Drama di babak 16 besar Liga Champions yang tak bisa dilupakan.

Curhat Rahmad Darmawan Tentang Kegagalan di Tahun 2018

Tahun 2018 jadi tahun yang paling mengecewakan sepanjang karier kepelatihan Rahmad Darmawan.

Indonesia Belum Dapat Buah Manis dari Pemain Naturalisasi

Jangankan membawa juara, catatan caps timnas dari beberapa pemain naturalisasi yang tertulis di atas yang memiliki caps lebih dari 10 saja bisa dihitung dengan jari.

Lahir di Laut Namun Membela Perancis

"Memang hanya tertulis `born-at-sea` di pasporku," kata Rio Mavuba, yang lahir saat keluarganya berlayar, mengungsi dari Angola pada saat terjadi perang sipil.

Nyanyian Rakyat Sepakbola

Dinyanyinyakannya Seven Nation Army di stadion-stadion menunjukkan jika bahasa yang mengotak-ngotakkan dunia ternyata bisa disatukan dengan dua bahasa universal: musik dan sepakbola.

Nyanyian Gusti Randa di Sepakbola Indonesia

Mengalahkan lagu Ingin Kembali yang dipopulerkannya, "nyanyian" Gusti Randa di sepakbola Indonesia akan lebih diingat masyarakat masa kini.

Pemain Naturalisasi Tak Bisa Sisihkan Nguyen di Timnas Vietnam

Sikap VFF yang tak tergiur dengan kualitas pemain naturalisasi memberikan kesempatan Nguyen-Nguyen baru untuk unjuk kualitas di timnas.

Ada Apa di Balik Bajumu?

FIFA melalui IFAB (International Football Association Board) berusaha memberi batasan pada perayaan gol. Para pemain yang membuka baju akan mendapatkan kartu kuning terhitung sejak 28 Februari 2004.

Menunggu Komitmen Kesebelasan Pemilik Suara

Sebagai salah satu elemen yang punya hak suara dan kepentingan, kesebelasan-kesebelasan di Liga 1 sampai Liga 3 sepatutnya tak ragu untuk jadi agen perubahan dengan memilih ketum dan petinggi federasi (seperti Exco) yang berintegritas.