Menikmati Surabaya Sebagai Rumah Sepak Bola Indonesia
17 Dec 2025Mencintai Surabaya tidak harus melulu dari kacamata sepak bola. Namun, Surabaya selalu mencintai dunia sepak bola seutuhnya tanpa memandang suku, agama, dan ras.
Mencintai Surabaya tidak harus melulu dari kacamata sepak bola. Namun, Surabaya selalu mencintai dunia sepak bola seutuhnya tanpa memandang suku, agama, dan ras.
Secara postur dan perawakan, Ulliam Barros memang terlihat tidak cukup menakutkan buat bek lawan. Dia bukan tipe striker yang sangar, berotot, atau terlihat mematikan di kotak penalti.
Ia wafat tumbang dengan wajah mencium rumput lapangan, sesaat setelah mencetak gol indah dari luar kotak penalti dan merayakannya dengan mengenakan nomor punggung kesayangannya: sembilan. Hari itu menjadi pertandingan, gol, dan selebrasi terakhirnya dalam
Super League sudah hadir dengan identitas visual yang mengusung semangat profesionalisme dan modernisasi. Namun, persoalan klasik masih muncul: tunggakan gaji pemain serta larangan suporter tandang yang belum dihapus.
Takdir seorang pemain pascablunder tidak ditentukan oleh fatalnya kesalahan, melainkan oleh faktor lain yang lebih irasional. Faktor irasional itulah yang terangkum dalam kalimat: "Ketika jersei klub lebih berat dari lambang Garuda".
Mungkin, kita semua sepakat bahwa Ousmane Dembele sangat layak mendapatkan Ballon d'Or. Perjuangannya tak cuma diukur dari keberhasilan ia di PSG, tapi jauh sebelum itu.
Musim 2025/26 menjadi penanda penting bagi sepak bola Indonesia. Dewa United dan Persib Bandung mewakili Indonesia di level Asia. Dewa tampil di AFC Challenge League, sementara Persib berlaga di AFC Champions League 2 (ACL2). Partisipasi ini membuka perta
Pada akhirnya, sepak bola adalah permainan rakyat kecil yang telah diambil alih oleh kepentingan politik dan kapitalisme. Politik memanfaatkan sepak bola untuk membangun citra nasionalisme dan stabilitas.
Fabio Lefundes berhasil meracik tim yang solid, terorganisasi, dan penuh determinasi. Jika mereka mampu menjaga konsistensi performa hingga akhir musim, bukan tidak mungkin Pesut Etam bisa menebus kegagalan juara saat dua musim lalu.
Jika Bojan Hodak sukses mengintegrasikan keempat nama ini dalam beberapa pertandingan ke depan, Persib bisa kembali menjadi penantang serius mempertahankan gelar. Jika tidak, rekrutan-rekrutan besar itu hanya akan menjadi proyek jangka panjang tanpa impac