Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Derbi Milan dalam Perspektif Guelf vs Ghibellin

Derby della Madonnina selalu menjadi derbi panas dan penuh sarat gengsi karena kedua kesebelasan (juga pendukungnya) punya latar belakang yang berlawanan.

Ketika Inggris Dipermalukan Hidegkuti

Para pemain, para jurnalis, dan publik sepakbola Inggris secara keseluruhan merasa bahwa merekalah yang terbaik di dunia soal sepak-menyepak bola. Lima puluh detik pertandingan melawan Hungaria berjalan, jala gawang Inggris bergetar.

Membuat Irak Kembali Tersenyum

Sementara perang berkecamuk, Irak ambil bagian di Piala Asia 2007. Lebih dari 60 suporter tewas sepanjang kejuaraan. Irak toh, pada akhirnya, bisa membuat orang-orangnya kembali tersenyum.

Seandainya Queiroz Tak Tinggalkan Manchester United....

"Sepanjang masa bakti saya di United, satu-satunya calon kuat dari internal untuk peran manajer adalah Carlos Queiroz," kata Ferguson.

Kekuasaan Selalu Berbahaya

Berkat kekuasaan yang ia miliki, ia sempat memecat dirinya sendiri, namun kembali lagi menjadi manajer tiga hari berselang.

Nonton Liga Inggris di Mana?

Musim 2007/08, hak siar Liga Primer di Indonesia dimonopoli oleh Astro Nusantara. Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia harus berlangganan televisi berbayar untuk menikmati Liga Primer Inggris.

Pendeta Sepakbola Masokis Bernama Arsene Wenger

“Kenapa Anda tidak memberi lebih banyak waktu?” tanya Wenger kepada wasit keempat. “Kenapa Anda butuh lebih banyak waktu?” balas sang ofisial pertandingan.

Benci untuk Mencinta Bayern

Dengan kebencian dari hampir seluruh penjuru negeri, mencintai Bayern memang pekerjaan berat. Namun membenci Bayern, yang terus bersikap baik dan mengoleksi trofi, adalah pekerjaan yang tak kalah melelahkan.

Aspire Academy, Tujuan Favorit Kesebelasan Eropa Saat Winter Break

Aspire Academy, merupakan kompleks olahraga terbesar dan terlengkap di dunia. Banyak kesebelasan Eropa menggelar pemusatan latihan di sana, terlebih saat winter break.

Super Sub, Baby-Face, Pahlawan Tanpa Pamrih

Meski berkali-kali terpinggirkan di Man United, Solskjær tak pernah mengeluh. Sikap tanpa pamrih yang ditunjukkan olehnya ini yang membuatnya menjadi legenda United.