Kategori: Editorial

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Tak Perlu Demokrasi di Lapangan Hijau

Sepakbola harus meniru cara pemimpin Singapura, Lee Kuan Yew, dalam mengatasi segala masalah yang ada di negerinya. Salah satunya dengan menghilangkan demokrasi di atas lapangan. Mengapa?

Ronaldinho, Rivalitas Messi-Ronaldo, dan Siapa Pesepakbola Terbaik Dunia

Mengenai siapa yang terbaik di antara Messi dan Ronaldo, sepertinya tak akan ada habisnya. Mengapa? Karena pesepakbola terbaik dunia tak pernah ada. Begitu kata Johan Cruyff.

One Direction, GBK, dan Mengapa Harus Keliru Memaki?

Penggemar sepakbola di Indonesia tiba-tiba mengikuti euforia kebencian tersebut. Mereka melaknati 1D dengan kata-kata kasar. Tidak lupa pelabelan “alay” hingga “banci” pun berserakan di mana-mana. Namun, tepatkah logika para penghujat?

Akal Sehat dalam Tiga Kejadian Bersama Boaz

Boaz Solossa, hingga hari ini masih bermain, tapi ia sudah menjelma menjadi legenda hidup. Capaiannya di abad 20 sepakbola Indonesia tak ada yang bisa menyamai. Boaz adalah pengecualian dalam sepakbola Indonesia, dan dengan itulah ia menjelma sebagai akal

Cerpen Sepakbola: Efek Socrates

Dengan satire yang cerdas, juga humor gelap yang jenaka, Mal Peet memotret penyelenggaraan Piala Dunia 2014 dengan segala dampak ekonomi, sosial dan politik yang menyertainya. Cerpen ini, sekali lagi, mengungkapkan bagaimana sastra bisa dengan efektif men

Balada Timnas Perempuan Palestina

Cerita tentang perempuan-perempuan yang terhimpit berbagai penindasan: kolonialisme Israel, peperangan yang mematikan, patriarki yang mencengkeram, juga politik yang memecah-belah. Inilah balada perempuan-perempuan yang mencintai sepakbola, sebesar cinta

113 Tahun Kesunyian Perempuan di Real Madrid

Hari ini, 6 Maret 2014, Real Madrid berusia 113 tahun. Usia yang panjang, namun kelewat sunyi untuk perempuan-perempuan yang ingin bermain bola dengan memakai jersey Real Madrid.

Batu Akik dan Sepakbola Instan

Hanya ada dua hal yang membuat lelaki tak saling mengenal mendadak akrab, yaitu sepakbola dan batu akik.

Ketika Sepakbola Tak Ada Lagi

Frase "tayangan sepakbola", untuk digariswabahi, merujuk sepakbola bukan sebagai sebuah permainan, melainkan penampilan [performance] yang ditayangkan lewat medium televisi [juga streaming internet]. Ketika tayangan sepakbola menggantikan sepakbola per se

Cerpen Sepakbola: Esse Est Percipi karya Jorge Luis Borges & Adolfo Bios Casares

Cerita pendek "Esse Est Percipi" berkisah tentang seorang penggemar sepakbola yang terkejut karena pertandingan yang didengarkannya di radio ternyata hanya khayalan seseorang.