Tak Berdaya Menghadapi Rasisme
27 Apr 2019Rasisme benar-benar terjadi di sepakbola. Sampai detik ini. Hal tersebut tidak bisa dimungkiri lagi. Sialnya masih banyak orang yang merasa bahwa rasisme bukan hal besar.
Rasisme benar-benar terjadi di sepakbola. Sampai detik ini. Hal tersebut tidak bisa dimungkiri lagi. Sialnya masih banyak orang yang merasa bahwa rasisme bukan hal besar.
Melalui banyaknya naturalisasi, klub dan operator liga tidak boleh egois hanya memikirkan kualitas liga yang bisa mendatangkan sponsor besar. Pada akhirnya Timnas Indonesia akan kehilangan bakat lokal jika praktik ini terus dilakukan.
Selama pengurus PSSI khususnya para pemegang hak suara terjebak oleh alur rezim yang ada, pergantian Ketua Umum PSSI nantinya hanya akan jadi simbolik dan agenda semata tanpa dampak apa-apa buat sepakbola Indonesia.
"Green Force Pun Terseret". Begitu tulis Jawa Pos dalam merilis hasil investigasi mereka tentang...
Dengan pernyataan ADT dan komitmen Kapolri yang disaksikan berjuta pasang mata yang menyaksikan Mata Najwa, itu sudah cukup jadi pengikat janji kita semua untuk menelanjangi segala dosa yang ada di final Piala AFF 2010; sebuah momen pengkhianatan bangsa.
Percaya atau tidak, suporter punya kekuatan untuk menghilangkan stigma bahwa juara liga Indonesia diatur mafia.
Sehubungan dengan kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018, kami Pandit Football Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena gagal menjadi media yang baik.
Dengan para pemain yang sudah bermain bersama, bahkan sebagian pemain sudah dua tahun bersama di Timnas plus serangkaian pemusatan latihan sepanjang 2018, Indonesia tidak punya lagi alasan "persiapan belum matang" jika nanti gagal juara.
Kegagalan Timnas Indonesia bermain dengan skuat terbaiknya merupakan buntut dari kegagalan PSSI dan pengelola liga membuat jadwal yang "benar".
Soal rangkap jabatan dan konflik kepentingan ini memang harus mulai ditinggalkan oleh PSSI, bukan malah terus dicari pembenarannya. Dengan pernyataan seperti di Catatan Najwa, Ratu Tisha hanya sedang ngeles.