Kategori: Editorial

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Tony Pulis (dan Filosofi) yang Menyebalkan

Apa yang paling menyebalkan dari sepakbola? Menyaksikan kesebelasan dengan permainan medioker menang? Atau melihat pemain andalan cedera? Dua hal itulah yang dirasakan Manajer Liverpool, Juergen Klopp.

Manajer Britania “Jago Kandang”

Tidak ada satupun manajer asal Britania yang pernah memenangkan La Liga, Bundesliga, Serie A, ataupun Ligue 1 dalam 21 tahun terakhir. Dibandingkan dengan Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Portugal, dan Belanda, manajer asal Britania tidak ada apa-apanya.

Mengkhidmati 21 Tahun Hadirnya Sony PlayStation

Salah satu alasan Sony meluncurkan Play Station 21 tahun lalu, bisa jadi karena kekecewaan atas gagalnya kerja sama mereka dengan Nintendo. Namun, di balik itu semua, kehadiran Play Station, disadari atau tidak, memberikan dampak besar bukan cuma buat tek

Mewajarkan Guardiola dan Sampaoli Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik 2015

Apakah Guardiola dan Sampaoli memang lebih layak menjadi penantang Luis Enrique? Apakah prestasi keduanya lebih baik dari Allegri?

Memangnya Kenapa Kalau Real Madrid Buang-Buang Uang?

Real Madrid adalah kesebelasan dengan sejarah panjang. Di Eropa, jejak sejarahnya jauh lebih mentereng ketimbang kesebelasan manapun. Real Madrid pula yang menginisiasi pertandingan sepakbola antarnegara di Eropa yang melahirkan Liga Champions seperti sek

Bagaimana Seharusnya Negara dalam Mengurusi Olahraga?

Tidak ada kesuksesan yang terjadi secara instan, kesuksesan yang instan biasanya melibatkan banyak uang, dan melibatkan banyak uang akan membangun budaya korupsi yang bisa merusak mental bangsa.

Pak Menpora, Ada yang Lebih Penting daripada Sepakbola

Akan berbeda jika pemerintah memfokuskan kepada cabang olahraga yang lebih memiliki kans untuk menghasilkan prestasi seperti bulu tangkis, angkat besi, atau memanah. Prestasi demi prestasi dari cabang-cabang ini pun nantinya akan semakin bertambah yang su

Etika dalam Mengheningkan Cipta

Di Inggris, proses mengheningkan cipta berjalan begitu khidmat. Bagaimana dengan di Indonesia?

Tidak Boleh Ada `Hate Speech` di Sepakbola

Paling mengerikan adalah jika kebebasan pendapat yang sudah ditawarkan oleh sepakbola selama ini berubah menjadi hate speech. Ujaran kebencian terhadap golongan tertentu menggunakan jalur bernama sepakbola.

Sepakbola Indonesia "Rek Kieu Wae, Euy?"

Pada akhirnya bola panas ini masih terus bergulir, tak jelas rimbanya. Kita selaku pecinta sepakbola Indonesia, hanya bisa melihat miris dengan pertikaian dari PSSI dan Kemenpora ini.