Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

F-Side, Sisi Buas Suporter Ajax Amsterdam

Ketika mereka berteriak �Yahudi, Yahudi!� atau �Super Yahudi�, itu tentang cara membangun semangat tim dan bukan yang lain. Para pendukung mengadopsi identitas dalam semangat pembangkangan.

Rekam Jejak Kekerasan SCF, Hooligans Feyenoord

Soal gelar, Ajax boleh bangga. Soal suporter, Feyenoord sesumbar bahwa merekalah yang terbaik.

Kesaksian Orang-orang yang Melihat Tendangan Kungfu Cantona

25 Januari 1995, tepat 20 tahun pada hari ini, sebuah insiden yang akan dikenang sebagai salah satu momen heboh Liga Inggris terjadi. Eric Cantona melakukan aksi legendaris (yeah, banyak orang menyebut itu sebagai "aksi tak terpuji"): menendang

De Klassieker, Saat Suporter Ajax Bertempur vs Suporter Feyenoord

Dua kota terbesar di Belanda, Amsterdam dan Rotterdam, memang bersaing dalam banyak hal. Tak terkecuali melalui sepakbola. Laga antara dua kesebelasan terbaik dari masing-masing kota, Ajax vs Feyenoord, bahkan menjadi salah satu laga paling berbahaya di E

Selamat Datang di Anfield, Heskey!

Liverpool akan menjamu Bolton Wanderers pada pertandingan putaran ke empat Piala FA nanti malam...

Preview Lazio vs AC Milan: Ujian Berat Inzaghi

Setelah mengalahkan Sassuolo di Coppa Italia, Milan kemudian mengalami kekalahan mengejutkan atas Atalanta di kandang sendiri dengan skor 0-1. AC Milan pun hanya mampu menang satu kali dari lima lawatan terakhirnya ke markas Lazio di pentas liga, dengan h

Kursi Stadion Abbey Membuat Pantat Van Gaal Gatal

Pria asal Belanda mengaku pantatnya gatal, sehingga membuat gelisah dirinya di Stadion berkapasitas sekitar 8000 penonton itu

Guido Buchwald: Mencuri Nama Depan Maradona dan Menghantui Smith

Guido Buchwald tidak berangkat ke Meksiko pada tahun 1986. Franz Beckenbauer, pelatih tim nasional Jerman Barat, tidak menyertakan nama Buchwald dalam kesebelasannya. Empat tahun setelahnya, Buchwald tak hanya membuat Beckenbauer membawanya ke Italia.

Hikayat Hooligans dari Cambridge

Cambridge United mendapat pandangan sebaliknya dari Universitas Cambridge. Kesebelasan yang berlaga di League Two ini sempat memiliki pendukung yang identik dengan pendukung Inggris yang sering melakukan kekerasan atau hooliganisme.

(On This Day 1938) Sindelar, Pemain Hebat nan Berani yang Dibunuh NAZI

Matthias Sindelar diakui sebagai pemain terbesar yang pernah dilahirkan Austria. Pemain berjuluk...