Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Melihat, Mengingat, dan Menghargai Sejarah dengan Backpass

Dalam permainan sepakbola, selalu ada cerita menarik dari setiap operannya, bahkan operan ke arah belakang (back-pass). Melalui backpass kami berusaha terus melihat, mengingat, dan menghargai sejarah.

Diselamatkan Gol Indah

Berkat gol indah yang dicetaknya, Wendell Lira menemukan kembali kebahagiaan setelah terpuruk oleh berbagai kesulitan hidup.

Kulit Hitam Tak Sekadar Cepat dan Kuat

Bagaimana kekuatan fisik dan kecepatan menjadi dua hal kerap diidentikan sebagai keunggulan utama pemain berkulit hitam.

Benarkah Pelatih Kiper Penyebab Blunder Kiper-kiper Liverpool?

Banyak yang bilang jika buruknya performa kiper Liverpool bukan karena kipernya itu sendiri, tapi karena pelatih kipernya: John Achterberg. Padahal ia selalu menjadi pelatih kiper untuk lima manajer Liverpool yang berbeda.

Legenda, Pengacara, Sekaligus Ketua Federasi

Menjadi pemain dan legenda banyak membantu Gudni Bergsson untuk hapal sepakbola "luar dan dalam". Menjadi pengacara juga membantunya memahami sisi legal dari setiap tindakannya. Itu membuatnya sukses memimpin federasi sepakbola Islandia.

Ke Final Copa America Lewat Hasil Imbang

Sebelum kalah di final oleh Uruguay, Paraguay terus menjalani hasil imbang untuk terus melangkah ke babak berikutnya.

Pahlawan Banlieues

Mbappe tak hanya membuat harum namanya sendiri berkat berbagai prestasi yang diraihnya di Piala Dunia. Ia juga telah membuat harum tempat asalnya di kawasan pinggiran Kota Paris, yang sebelumnya selalu mendapat stigma negatif.

Kemenangan Bersejarah yang Meredakan Perseturuan

Kemenangan Korea Utara atas Italia di Piala Dunia 1966, mampu sedikit meredakan perseturuan politik antara Korea Utara dengan Inggris. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penduduk Kota Middlesbrough yang mulai menaruh respek kepada Korea Utara.

Kante yang Rendah Hati dengan Kontribusi Tinggi

Kontribusinya yang sangat berarti untuk timnas Perancis, tak membuat Kante berubah menjadi tinggi hati. Ia tetap seperti Kante yang dulu.

Alan Pardew: Dari Selebrasi ke Selebrasi

Dua kali Pardew melakukan selebrasi besar di pertandingan, dua kali pula ia dikhianati oleh selebrasinya itu. Selebrasi yang satu berujung perseturuan, selebrasi yang lain berujung kekalahan menyakitkan dan kemudian pemecatan.