Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Sosok-sosok yang Membuat Fulham menjadi Fulhamerica

Ada beberapa orang yang menyebut Fulham dengan nama, "Fulhamerica". Hal ini dikarenakan tradisi Fulham yang nyaris selalu diperkuat oleh para pemain asal Amerika.

Ditikung di Jendela Transfer

Pembajakan Barcelona terhadap transfer Malcom dari Bordeaux ke Roma adalah hal yang wajar di sepakbola. Selama belum ada hitam di atas putih, segalanya masih bisa terjadi.

Berbahagia Ala Paulinho

Paulinho mungkin bukanlah pesepakbola idola bagi masyarakat luas. Ia sendiri mungkin tidak memiliki misi dan urgensi untuk dikenang. Baginya, karier sebagai pemain sepakbola adalah hidup yang harus dijalani dengan jiwa bersuka.

Telepon Genggam Jorge Mendes Terus Berdering

Ketika bursa transfer Eropa dibuka, tak ada yang lebih sibuk dibanding Jorge Mendes. Telepon genggamnya akan berdering siang dan malam.

Pemain Singapura Pertama di Liga Primer Dipersulit Pemerintah

Ben Davis baru saja mendapatkan apa yang selama ini didambakannya: kontrak profesional dari Fulham. Namun ia langsung dihadapkan dengan dilema karena harus mengikuti wajib militer di negaranya selama dua tahun.

Wolves Bukan Kesebelasan Promosi Biasa

Dalam beberapa tahun ke depan, bukan tak mungkin Wolverhampton Wanderers akan jadi pesaing kuat dalam perebutan gelar juara.

Melihat, Mengingat, dan Menghargai Sejarah dengan Backpass

Dalam permainan sepakbola, selalu ada cerita menarik dari setiap operannya, bahkan operan ke arah belakang (back-pass). Melalui backpass kami berusaha terus melihat, mengingat, dan menghargai sejarah.

Diselamatkan Gol Indah

Berkat gol indah yang dicetaknya, Wendell Lira menemukan kembali kebahagiaan setelah terpuruk oleh berbagai kesulitan hidup.

Kulit Hitam Tak Sekadar Cepat dan Kuat

Bagaimana kekuatan fisik dan kecepatan menjadi dua hal kerap diidentikan sebagai keunggulan utama pemain berkulit hitam.

Benarkah Pelatih Kiper Penyebab Blunder Kiper-kiper Liverpool?

Banyak yang bilang jika buruknya performa kiper Liverpool bukan karena kipernya itu sendiri, tapi karena pelatih kipernya: John Achterberg. Padahal ia selalu menjadi pelatih kiper untuk lima manajer Liverpool yang berbeda.