Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Keputusan Tepat Ivan Rakitic

Keputusan yang diambil Ivan Rakitic 10 tahun lalu untuk bergabung dengan tim nasional Kroasia, terbukti tepat. Dengan ini ia bisa merasakan momen bersejarah saat berhasil mengantarkan Kroasia ke perempatfinal Piala Dunia setelah 20 tahun.

Pembuktian Spanyol sebagai Timnas Terbaik Dunia

Sejauh ini tidak ada timnas yang berhasil meraih tiga gelar juara bergengsi dalam rentang enam tahun. Hanya Spanyol yang pernah melakukannya: juara Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Piala Dunia Bukan untuk Pemain Terbaik

Lionel Messi (Argentina) dan Cristiano Ronaldo (Portugal) tersingkir dari Piala Dunia. Ini menegaskan jika Piala Dunia itu untuk kesebelasan terbaik, bukan untuk pemain terbaik.

Langkah Awal Mbappe Menjadi Legenda

Selain dua golnya menyejajarkan Mbappe dengan Pele, di saat yang sama, ia juga telah membuat legenda sepakbola dunia lainnya, Lionel Messi, gagal lagi mengangkat trofi Piala Dunia.

Bintang Kelima Brasil

Brasil mendapatkan bintang kelima mereka pada 30 Juni 2002, ketika mengalahkan Jerman 2-0 di International Stadium, Yokohama.

Makna di Balik "Football`s Coming Home"

Kalimat "Football`s coming home" yang kerap digaungkan para suporter Inggris, bukan sekadar kalimat penyemangat biasa yang dilantangkan begitu saja. Ada makna dan harapan tersendiri di balik kalimat itu.

Sejarah Fair Play yang Melahirkan Aturan Poin Fair Play

FIFA konsisten menggemakan azas fair play dalam sepakbola sejak 1970.

Momentum Bersejarah Brasil dan Argentina Pada 29 Juni

Dalam dua edisi Piala Dunia berbeda (1958 dan 1986) yang berakhir pada 29 Juni itu, Brasil dan Argentina sukses menggondol trofi Julles Rimet.

Memahami Ironi Fair Play Jepang

Jepang lolos ke babak 16 besar setelah menang atas Senegal dalam hitung-hitungan peraturan fair play. Permasalahannya, cara mereka bermain melawan Polandia justru dianggap mencederai semangat fair play itu sendiri.

Menua, Namun Tak Minim Asa

Yang menjadi salah satu sebab masih primanya penampilan Essam El-Hadary di usia tua adalah karena ia tak pernah berhenti bermimpi dan berjuang meraihnya. El-Hadary adalah seorang pekerja keras. Ia selalu lapar dengan mimpi dan prestasi.