Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Bintang Kelima Brasil

Brasil mendapatkan bintang kelima mereka pada 30 Juni 2002, ketika mengalahkan Jerman 2-0 di International Stadium, Yokohama.

Makna di Balik "Football`s Coming Home"

Kalimat "Football`s coming home" yang kerap digaungkan para suporter Inggris, bukan sekadar kalimat penyemangat biasa yang dilantangkan begitu saja. Ada makna dan harapan tersendiri di balik kalimat itu.

Sejarah Fair Play yang Melahirkan Aturan Poin Fair Play

FIFA konsisten menggemakan azas fair play dalam sepakbola sejak 1970.

Momentum Bersejarah Brasil dan Argentina Pada 29 Juni

Dalam dua edisi Piala Dunia berbeda (1958 dan 1986) yang berakhir pada 29 Juni itu, Brasil dan Argentina sukses menggondol trofi Julles Rimet.

Memahami Ironi Fair Play Jepang

Jepang lolos ke babak 16 besar setelah menang atas Senegal dalam hitung-hitungan peraturan fair play. Permasalahannya, cara mereka bermain melawan Polandia justru dianggap mencederai semangat fair play itu sendiri.

Menua, Namun Tak Minim Asa

Yang menjadi salah satu sebab masih primanya penampilan Essam El-Hadary di usia tua adalah karena ia tak pernah berhenti bermimpi dan berjuang meraihnya. El-Hadary adalah seorang pekerja keras. Ia selalu lapar dengan mimpi dan prestasi.

Juara Piala Dunia dengan Sepuluh Nirbobol

Hanya ada dua penjaga gawang dengan sepuluh nirbobol di putaran final Piala Dunia. Di antara keduanya, hanya Barthez yang pernah juara.

Pembuktian Il Fenomeno

Ronaldo berhasil menjawab banyak kritik tentang produktifitas golnya yang menurun, dengan satu gol monumental yang dicetaknya pada pertandingan melawan Ghana di Piala Dunia 2006.

Anak Nakal yang Menaklukkan Inggris

Sterling yang sebelumnya ditempa oleh kerasnya kehidupan di London, berhasil membuktikkan dirinya sebagai pemenang dengan mewujudkan mimpinya di tanah Inggris.

Walkout yang Menghasilkan "Oper-operan" Gelar Juara

Gol Steaua dianulir, protes, lalu WO, lalu Piala Rumania dikasih ke Dinamo, lalu esoknya pemerintah intervensi bilang harusnya gol, lalu trofi jadi untuk Steaua, lalu dua tahun kemudian Steaua malu, memberi trofi ke Dinamo, tapi Dinamo menolak.