Kategori: Cerita

Gulir ke bawah untuk selengkapnya

Warna-Warni Italia Hitam

Tidak ada Piala Dunia yang bau politiknya lebih amis ketimbang Piala Dunia 1938.

Piala Dunia Menghentikan Sejenak Nestapa di Perbatasan

Di Donetsk, perang antara kelompok separatis kontra pemerintah yang sudah berlangsung sejak 2014 sejenak terhenti saat Piala Dunia 2018 memainkan laga perdananya.

Pengalaman Buruk Ketiga Argentina

Hasil imbang melawan Islandia, yang sejatinya hanya sebuah negara kecil dan debutan di Piala Dunia, menjadi pengalaman buruk ketiga yang diterima Argentina ketika tampil di turnamen besar.

Penalti Terburuk di Pembukaan Piala Dunia

Setiap pergelaran Piala Dunia pasti akan ada acara pembukaan. Acara Pembukaan Piala Dunia 1994 meciptakan sejarah memalukan untuk Diana Ross dan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah.

Pertandingan Pertama Kiblat Sepakbola

Pada 16 Juni 1950, ketika Maracana bahkan belum memiliki toilet dan tribun pers, Maracana memainkan pertandingan pertamanya, pertandingan pembuka bagi kiblat sepakbola.

Kejuaraan Nordik yang Tinggal Kenangan

Kejuaraan Nordik di Eropa Utara terbilang unik karena durasi penyelenggaraannya yang panjang, yaitu empat sampai lima tahun untuk satu turnamen. Namun kejuaraan tersebut sudah almarhum.

Ramai-ramai Meninggalkan Sporting Lisbon

Ulah Presiden klub Sporting Lisbon, Bruno Carvalho, telah menyebabkan keharmonisan internal tim terganggu. Hal tersebut mendorong Sporting Lisbon kepada krisis yang menyebabkan banyak pemain meninggalkan kapal.

Donor Darah Bersama Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo tidak punya tato karena dia secara rutin mendoonorkan darahnya. Kenapa? Apa untungnya mendonorkan darah bagi megabintang yang punya segalanya?

Harapan dari Utara Afrika

Terjadi pergeseran wakil Afrika di Piala Dunia 2018. Sebelumnya, negara dari sub-Sahara amat dominan mewakili Afrika di Piala Dunia. Tapi sekarang dominasi beralih kepada negara Afrika Utara.

Politikus yang Menjadi Pesepakbola Terbaik

Boyko Borisov, Perdana Menteri Bulgaria, sempat terpilih sebagai pesepakbola terbaik Bulgaria pada 2011. Namun ia sadar bahwa itu adalah sindiran masyarakat Bulgaria atas bobroknya prestasi timnas.